Penetapan Direktur Utama dari BJB, Pengamat: Patut Diawasi Bersama, Bisnis Bank Bengkulu bisa Terancam Diambil Alih

Create: Tue, 17/10/2023 - 15:05
Author: Redaksi

 

BENGKULU, ewarta.co – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Bank Bengkulu (RUPS) di gelar di Kantor Bank Bengkulu, Senin (16/10/2023) Pagi.

Rapat Umum Pemegang Saham Bank Bengkulu dihadiri oleh Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Komisaris Bank Bengkulu, Bupati 9 Kabupaten serta Pj Walikota Bengkulu.

Rapat dipimpin Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah tersebut membahas beberapa agenda salah satunya terkait Progres Kelompok Usaha Bank (KUB) dan Bank BJB mengenai kerjasama, perubahan AD/RT serta penetapan Dirut Utama dan Direktur Bisnis Bank Bengkulu.

Hasil RUPS menetapkan Dirut Bank Bengkulu saat ini yaitu Beni Harjono dan Direktur Bisnis Iswahyudi. Namun hal ini dinilai melanggar Gentleman Agreement Bank BJB, Bank Bengkulu dan Pemegang Saham Pengendali, dimana sebelumnya Bank BJB berkomitmen tidak menempatkan Pengurus (Direksi/Komisaris) di Bank Bengkulu. 

Walaupun demikian, dalam pencalonan tersebut tidak mendapat dukungan langsung dari BJB namun ini tidak bisa dipungkiri jabatan politik tersebut terdapat komitmen tertentu yang patut diawasi bersama dan berpotensi bisnis Bank bengkulu sepenuhnya bisa diambil alih oleh Bank BJB.

"Saya mengajak masyarakat Bengkulu untuk mengawasi bersama, jangan sampai hal-hal yang tidak baik bisa mengancam bisnis Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yakni Bank kebanggaan kita ini," sampai tokoh masyarakat yang juga pengamat bisnis tersebut kepada redaksi ewarta.co dan tidak berkenan disebutkan namanya. 

Sementara itu, sampai berita ini diterbitkan, Kabag Humas Bank Bengkulu, Andi Suanly saat dikonfirmasi tidak memberikan jawaban apapun dan terkesan mengabaikan.  (*)