SELUMA, eWarta.co — Polemik penunjukan atlet cabang olahraga (cabor) akuatik nomor renang yang akan mewakili Kabupaten Seluma pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 akhirnya menemui titik terang. Melalui mediasi yang digelar Pengurus Cabor Akuatik Kabupaten Seluma pada Rabu (21/10/2026), disepakati bahwa seluruh atlet yang akan memperkuat kontingen daerah wajib melalui proses seleksi ulang sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebelumnya, persoalan ini sempat menuai sorotan publik menyusul beredarnya daftar nama atlet renang yang disebut-sebut langsung ditetapkan untuk mewakili Seluma di ajang Porprov 2026. Sejumlah pihak mempertanyakan daftar tersebut lantaran beberapa atlet yang tercantum diketahui berasal dari klub renang Kota Bengkulu.
Protes keras salah satunya datang dari SPC Swimming Club. Pihak klub mempertanyakan mekanisme penunjukan yang dinilai tidak melalui proses seleksi terbuka dan prosedur yang transparan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Cabor Akuatik Kabupaten Seluma, Leni Marleni, mengaku baru menjabat dan masih mengandalkan masukan pengurus lain saat membubuhkan tanda tangan pada pengajuan daftar nama tersebut.
“Iya, benar ada pengajuan daftar nama atlet renang Kabupaten Seluma untuk dikirim ke Porprov 2026. Karena saya masih baru dan percaya kepada anggota, saya menandatangani daftar tersebut,” ujar Leni saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp.
Untuk meredam polemik, pengurus kemudian menggelar rapat koordinasi dan mediasi di kediaman Pelaksana Harian Cabor Akuatik Seluma, Desa Kota Agung, Kecamatan Seluma Timur.
Ketua SPC Swimming Club, Dwiki Martapura, mengapresiasi langkah mediasi tersebut. Menurutnya, mekanisme seleksi yang mengacu pada aturan baku sangat penting agar seluruh atlet lokal memiliki kesempatan yang sama untuk membela daerah.
“Alhamdulillah, kami sudah memenuhi undangan mediasi. Dalam pertemuan tersebut, kami telah menyampaikan aturan yang ada. Hasilnya, disepakati bahwa seleksi ulang akan dilaksanakan untuk menentukan atlet renang Kabupaten Seluma menuju Porprov 2026,” kata Dwiki.
Sementara itu, Pelatih Kepala SPC Swimming Club, Vivindri, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini membina sekitar 120 atlet yang siap mengikuti proses seleksi. Ia menegaskan, seleksi antarklub di Seluma harus berjalan objektif agar atlet yang terpilih benar-benar siap dan kompetitif membawa nama daerah.
“Kami masih menunggu keputusan resmi dari Ketua Cabor Akuatik Seluma. Setelah itu, kami siap melaksanakan seleksi sesuai aturan yang berlaku,” ujar Vivindri.
Dengan adanya kesepakatan ini, polemik penentuan atlet renang diharapkan tuntas secara profesional. Selanjutnya, KONI Kabupaten Seluma bersama pengurus cabor terkait diharapkan dapat mengawal proses seleksi ulang agar berjalan transparan demi melahirkan atlet-atlet terbaik yang siap berprestasi di ajang Porprov 2026. (Rns)










