Rejang Lebong, eWARTA.co - Tiga anak bersaudara kandung asal Dusun II/RT 01, Desa Kampung Baru/Pal Batu, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, tidak bisa bersekolah dengan alasan kesulitan biaya.
Anak usia sekolah pasangan dari Sarwandi (45) dan Halimatus Sadiyah (43) tersebut adalah Maryana usia 12 tahun, Wulan usia 8 tahun dan Nurma 7 tahun.
“Pekerjaan kami hanya serabutan, kadang ada yang nyuruh merumput atau memetik kopi, dapat upah Rp. 40.000, dan digunakan untuk beli beras,” kata Halimatus.
Ditambahkanya, bahwa awalnya Maryana pernah bersekolah hingga kelas III dan Wulan hingga kelas II, karena tidak ada biaya mereka berhenti sekolah.
Sementara adiknya yang paling bungsu, Nurma, juga sudah saatnya duduk di bangku sekolah dasar dan sering menanyakan kapan bisa sekolah.
Ketiadaan biaya menjadi salah satu penyebab mereka tidak sekolah, seperti untuk membeli buku dan seragam.
“Anak-anak sering bertanya, kapan sekolah lagi, karena teman sebaya mereka semuanya sekolah. Dan sebagai orang tua, ingin juga melihat anak pintar,” tambah Halimatus.
Keluarga tersebut saat ini tinggal rumah ukuran 3x6 meter, berdinding pelepah bambu ditanah milik neneknya. Mereka hanya memiliki Kartu Keluarga (KK) dan belum memiliki KTP.
“Mirisnya lagi, selain kurang perhatian dari pemerintah daerah setempat, sebelumnya kami mendapatkan Bansos Rastra, tetapi saat ini tidak lagi. Serta tidak termasuk dalam tanggungan kesehatan Jamkesda,” tutup Halimatus. (DD)









