Tim Siber Polda Bengkulu Buru Pemilik Akun FB Palsu Kapolda dan Istri

Kabid Humas Polda Bengkulu, AKBP Sudarno, S. Sos, MH saat dimintai keterangan awak media
Create: Sun, 23/06/2019 - 20:31
Author: Redaksi

 

BENGKULU, ewarta.co - Beredar informasi adanya akun palsu yang mengatasnamakan Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Drs Supratman, MH dan istrinya Noviana Supratman, Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Sudarno angkat bicara.

Adanya akun palsu tersebut dikhawatirkan disalah gunakan oleh orang yang membuat untuk melakukan tindak pidana penipuan dan lain sebagainya yang mengatas namakan Kapolda Bengkulu dan sang istri.

Untuk itu, tim Siber Polda Bengkulu tengah berupaya untuk mengungkap siapa dalang dari pembuatan akun palsu tersebut serta juga berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk menelusuran.

"Semoga dengan bekerjasama dengan Mabes Polri kita bisa tahu siapa yang membuat akun palsu itu, karena ada tiga akun palsu yang dibuat, kepunyaan pak Kapolda satu kemudian kepunyaan Ibu (istri Kapolda) ada dua, jadi ada 3 akun palsu yang dibuat oleh orang yang tidak bertanggung jawab," ungkapnya, Minggu (23/6).

Belum dapat dipastikan keberadaan pembuatan akun palsu tersebut dimana, yang pastinya pihak Polda Bengkulu tengah berupaya untuk mengungkap pelaku pembuatan akun palsu tersebut.

Untuk sementara, belum ada korban yang tertipu akibat akun palsu tersebut, Sudarno menghimbau masyarakat yang telah terlanjur untuk menambahkan sebagai teman ataupun telah berteman dengan akun tersebut untuk menghapusnya, karena akun tersebut merupakan akun palsu.

"Semua masih proses. Kita juga sudah posting di sana dari unit cyber kita, Kemudian dari humas kita sudah cap bahwa akun itu adalah akun palsu, jadi kita sudah buat di IG kita, kepada rekan-rekan media online kita sudah sampaikan sudah diposting dan ditulis oleh media jangan sampai orang tertipu. Kemudian kalau ada orang-orang yang ikut di grup itu yang sudah terlanjur meng add (menambahkan sebagai teman) Akun itu silakan untuk keluar saja atau menghapus dari Akun itu, karena Akun tersebut merupakan akun palsu," Tegas Sudarno. (NY)