BENGKULU, ewarta.co - Kondisi perekonomian Bengkulu pasca perayaan Hari Raya Idul Fitri 1440 H dan bulan suci Ramadhan belum mengalami peningkatan signifikan.
Hal ini dibuktikan dengan menigkatnya inflasi Kota Bengkulu pada bulan Ramadhan sebesar 1,1% yang memiliki kecenderungan lebih tinggi dibandingkan inflasi Nasional sebesar 0,68% maupun inflasi Sumatera sebesar 0,88%.
Peningkatan inflasi ini didorong oleh banyaknya permintaan komoditas angkutan udara dan daging ayam ras, sedangkan pendorong lainnya yakni bawang putih, cabai merah serta angkutan antar kota.
Peningkatan ini membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi triwulan 2 lebih baik dari triwulan 1.
"Kita melihat perkembangan ekonomi memang selama bulan Ramadhan kemarin belum mengalami peningkatan signifikan, dilihat disisi harga yang mengalami tekanan karena inflasi mengalami kenaikan, lebih tinggi daripada inflasi nasional maupun sumatera," ungkap Doni, Kepala Fungsi Asasmen Ekonomi Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu saat mengadakan halal bihalal dengan awak media disalah satu restoran ternama di Kota Bengkulu, Rabu (19/6).
Ditambahkan Doni, untuk harga 10 komoditas pangan startegis di Kota Bengkulu sangat terjaga kecuali bawang merah dan bawang putih karena pasokan yang masuk ke Bengkulu terbatas.
"Upaya penjagaan harga 10 komoditas ini tidak terlepas dari peran Pemerintah bersama pihak-pihak terkait untuk menjaga pemenuhan pasokan dan kelancaran distribusi serta menyelenggarakan pasar murah yang cukup masif di beberaoa loaksi," tandasnya. (Nay)









