Jumlah Pasien dengan Gangguan Jiwa Berkurang Selama Pandemi

Kepala Bidang Seksi Pelapor Medik dan Keperawatan, Danirul Sanadi
Create: Mon, 28/06/2021 - 17:28
Author: Alwin Feraro
Tags

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Direksi Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto Bengkulu, menyebutkan jumlah pasien yang menjalani pengobatan di rumah sakit ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. 

"Memang ada penurunan sedikit dari pada tahun lalu," kata Kepala Bidang Seksi Pelapor Medik dan Keperawatan, Danirul Sanadi, Senin (28/6/21). 

Ia mencatat terhitung dari bulan Januari hingga April 2021, ada 493 pasien yang dirawat di RSKJ dan menurun sebanyak 58 orang dari tahun sebelumnya yakni 551 orang.

Danirul menyebutkan adanya pandemi COVID-19 menjadi sebab berkurangnya jumlah pasien yang menjalani rawat inap. 

“Kami sedikit membatasi kunjungan rawat inap karena masa pendemi,” ujarnya.

Untuk pasien yang dalam kondisi layak rawat inap, kata Danirul, akan tetap dilayani rawat inap, sedangkan untuk pasien yang masih dianggap bisa dirawat di rumah akan diberikan obat saja. 

"Pembatasan ini bertujuan untuk meminimalisir penyebaran virus COVID-19 antar pasien," katanya.

Apalagi perawatan pasien di rumah sakit ini melalui fasilitas bangsal-bangsal sehingga pihaknya membatasi terjadinya over kapasitas di setiap kamar rawat.

"Jadi jika pasien satu terkena virus yang lain bisa-bisa terkena juga jadi kami sangat selektif sekali. Kami bukan menolak tapi ini membatasi untuk mengantisipasi penularan COVID-19,” tutupnya. (Bisri)