BENGKULU,eWARTA.co -- Calon Gubernur Bengkulu Nomor Urut 1 Helmi Hasan menceritakan total uang yang dikelola Gubernur Bengkulu melalui APBD Provinsi kurang lebih Rp 3 triliun. Dengan angka ini, kata Helmi, pemerintah pasti mampu menjalankan program untuk rakyat, seperti pengadaan 1 desa 1 ambulans.
“Yang namanya pemimpin itu tergantung mau atau tidak uang rakyat untuk rakyat. Kalau untuk mobil mewah pejabat uangnya ada. Masa buat beli ambulans enggak ada. Kalau beli baju mahal pejabat uangnya ada. Pas buat beli baju anak yatim dan janda enggak ada uangnya,” kata Helmi saat berkampanye di Kabupaten Seluma.
Hal inilah yang menjadi alasan fundamental bagi Helmi dan Muslihan Diding Soetrisno maju Pilgub Bengkulu 2020. Mereka berdua ingin mengembalikan APBD kepada peruntukan yang sebenarnya, yakni uang rakyat untuk rakyat.
“Mental pejabat yang enggak punya niat untuk membantu rakyat tidak boleh dilanjutkan. Masa buat bantu rakyat bilang uangnya enggak ada,” ujar Helmi.
Langkah Helmi yang ingin mewujudkan APBD untuk Rakyat itu mendapat dukungan para emak-emak dan masyarakat di Seluma.
“Benar kata Pak Helmi, harusnya pemerintah perhatian sama rakyat, bantu orang miskin. Selama ini kami enggak punya ambulans gratis, enggak ada bantuan ternak dan bibit tani. Kami perjuangkan Pak Helmi untuk jadi gubernur,” tukas Mika. (**)









