BENGKULU,eWARTA.co -- Mendukung terwujudnya program Menteri Pertanian (Mentan) untuk mengembangkan tanaman porang sebagai penguatan akselerasi ekspor pertanian dari Indonesia, Kepala Karantina Pertanian Bengkulu drh Bukhari bersama tim menyambangi lokasi pembibitan porang di Desa Tabal Lagan, Kecamatan Kembang Seri Kabupaten Bengkulu Tengah belum lama ini.
Bukhari mengatakan pemerintah tahun ini akan serius menggarap porang sebagai program super prioritas baik budidaya maupun sebagai komoditas ekspor.
Bukhari memastikan bahwa dalam proses sertifikasi dokumen karantina nantinya akan sesuai persyaratan yang telah ditetapkan berdasarkan aturan yang berlaku.
Bukhari juga menambahkan untuk kegiatan ekspor porang, sesuai dengan arahan Mentan melalui kepala Badan Karantina Pertanian, akan mendapat dukungan dan perhatian agar terjadi peningkatan produksi maupun aktivitas ekspornya.
Sebagai bentuk dukungan, penanaman porang ini nantinya akan diluncurkan secara resmi oleh Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. Sebagaimana hal ini telah dikoordinasikan oleh Asosiasi Asuhan Pemberdayaan Porang Indonesia (ASPEPORIN) Cabang Bengkulu.
"Untuk kedepannya bersama pengurus ASPEPORIN kami merencanakan perluasan penanamannya, untuk awal kami menggunakan bibit katak," ungkap Sylvi, Sabtu (12/6/21).
Pembibitan Porang yang dilakukan masih dalam bentuk persemaian yang menggunakan buah dari tanaman porang itu sendiri. Tanaman porang merupakan tanaman yang mudah ditanam dan tahan terhadap segala musim. Tanaman ini dapat tumbuh subur dan cocok dikembangkan secara maksimal di Provinsi Bengkulu ini.
"Kalau saja para petani yang masih pemula ini diberi bantuan atau pinjaman bibit, karena biaya yang mahal itu harga bibitnya," harapnya.
Sylvi yang juga merupakan Ketua DPW ASPEPORIN Cabang Bengkulu juga menambahkan bahwa kepengurusan ASPEPORIN mempunyai harapan dengan dukungan pemerintah, Bengkulu komoditas porang mampu ekspor tahun depan.
Porang yang dikenal pula dengan nama Iles-iles merupakan tanaman umbi-umbian dari spesies Amorphophallus muelleri. Kandungan terbesar berupa glukomanan dapat digunakan sebagai pangan fungsional untuk diet, anti diabetes dan kolesterol, farmasi, media tanam, kosmetik, dan masih banyak manfaat lainnya. (Bisri)









