Kasus DBD Seluma Turun, Dinkes Himbau Jaga Kebersihan

Create: Tue, 12/07/2022 - 16:51
Author: Redaksi

 

Seluma, eWARTA.co -- Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Seluma per satu Januari sampai hari ini Selasa (12/07/2022) mengalami penurunan. 

Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma mencatat total kasus sampai hari, total keseluruhan masyarakat yang terjangkit penyakit DBD dari awal Tahun sebanyak 38 orang yang tersebar di seluruh Kabupaten Seluma. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma Rudi Syawaluddin melalui Kapala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2L)Riduwan menyampaikan kasus DBD terbanyak terdapat di Kecamatan Semidang Alas. 

"Kasus DBD paling banyak berada di Kecamatan Semidang Alas, tepatnya di Desa Fajar Bulan Sebanyak 36 orang. Alhamdulillah semuanya sudah sembuh," ungkap Kabid P2L Riduwan. 

Dilanjutkan Riduwan, pasien yang sedang menjalani rawat inap dan rawat jalan mandiri di rumah berjumlah 4 orang. 

"Saat ini pasien yang masih terinfeksi penyakit DBD ada 4 orang, 2 orang masih menjalani rawat inap di RSUD Tais warga Desa Tanjung Seru dan Kelurahan Pasar Tais, 2 orang sudah pulang menjalani rawat jalan di rumah," sambungnya. 

Selain melakukan sosialisasi dan fogging fokus, Riduwan menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Seluma agar selalu waspada dan mencegah penularan penyakit DBD dengan cara menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan 3 M yaitu, Menguras tempat penampungan air, Menutup tempat penampungan air, Mengubur barang bekas. 

"Kami himbau kepada masyarakat fogging bukan menyelesaikan masalah, tapi fogging ini merupakan tahap pemberantasan nyamuk aedes aegypti agar tidak ada lagi penyebaran penyakit DBD, kasus penyakit DBD harus kita cegah dari masyarakat itu sendiri mari kita gencarkan kepada masyarakat Kabupaten Seluma untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan 3 M," tambah Riduwan. 

Sementara itu, dengan dilaksanakannya fogging fokus dan program gerakan 3M, menyalahkan obat nyamuk, serta tidur menggunakan kelambu merupakan cara mencegah agar kasus DBD tidak bertambah lagi. (Nandar)