Kebakaran Hutan Meru Betiri Meluas hingga 72 Hektar, Api Belum Padam Sampai Jumat Pagi

Create: Fri, 11/09/2026 - 19:15
Author: Redaksi

 

JEMBER, ewarta.co – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB), Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember. Hingga Jumat (11/9/2026) pagi, api tercatat telah menghanguskan sekitar 72 hektar lahan dan belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

​Peristiwa ini terjadi tak lama setelah insiden kebakaran kantor TNMB Jember pada Senin (31/8/2026) lalu.

​Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, menjelaskan bahwa karhutla di kawasan suaka margasatwa tersebut telah berlangsung sejak Selasa (8/9/2026). Api tersebar di dua titik utama, yakni Dusun Krajan (Desa Curahnongko) dan Dusun Krajan 2 (Desa Andongrejo).

​"Api berasal dari wilayah barat kawasan hutan Desa Curahnongko dan menjalar cepat karena tertiup angin kencang. Dedaunan kering, ilalang, serta tanaman rambat membuat api mudah membesar," ujar Edy, Jumat (11/9/2026).

​Pada Kamis (10/9/2026) pukul 12.10 WIB, kobaran api sempat mendekati permukiman warga hingga jarak sekitar 100 meter. Warga bersama unsur Muspika Tempurejo langsung memadamkan api secara manual hingga berhasil dikendalikan sekitar pukul 17.00 WIB. Namun, pukul 17.30 WIB, titik api baru kembali muncul di wilayah hutan sebelah timur, tepatnya di Desa Andongrejo.

​Dampak kepulan asap dari karhutla ini telah mengganggu pernapasan dan menyebabkan iritasi mata pada warga di Dusun Krajan, Desa Curahnongko.

​Merespons kondisi tersebut, Tim TRC BPBD Jember bersama unsur gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemantauan, asesmen, dan koordinasi. Selain membantu pemadaman, BPBD membagikan 300 masker kepada warga RW 11 Desa Curahnongko serta mendistribusikan 5 unit alat gepyok ke tim Resort Meru Betiri.

​"Hingga Kamis malam pukul 20.30 WIB, api di wilayah barat Desa Curahnongko sudah padam. Namun, untuk wilayah timur Desa Andongrejo api masih membakar kawasan hutan," kata Edy.

​Upaya pemadaman berlanjut pada Jumat (11/9/2026) pagi mulai pukul 09.00 WIB dengan titik kumpul tim gabungan di Kantor Resort Meru Betiri Andongrejo.

​Edy mengungkapkan, hambatan utama proses pemadaman adalah medan yang sulit. Akses jalan menuju titik api tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga petugas harus berjalan kaki sejauh 1 hingga 4 kilometer.

​Guna mempercepat penanganan, BPBD Jember telah merekomendasikan penambahan personel TRC dan berkoordinasi dengan Damkar Pos Ambulu untuk menyuplai air ke lokasi penanganan. (Hafit)