BENGKULU,eWARTA.co -- Setelah mengalokasikan anggaran Rp 100 miliar untuk membeli 10.000 ton karet, Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga menambah anggaran Rp. 20 miliar untuk pembelian karet sebagai campuran aspal, dilansir dari laman Facebook Kementerian PUPR, Minggu (20/9/2020).
ambahan anggaran tersebut digunakan untuk membeli karet dari petani Bengkulu sebagai upaya memitigasi dampak pandemi COVID-19 yang menyebabkan produksi karet sulit diserap oleh pasar karena aktivitas ekonomi terhenti.
Dengan total anggaran Rp 120 miliar, pembelian karet campuran aspal pada tahun ini sebesar 11.338 ton. Hingga 13 September 2020, progres penyerapan anggaran pembelian karet mencapai 36,91% (Rp. 44,29 miliar).
Pembelian aspal karet dilakukan oleh Balai/Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kementerian PUPR di sejumlah daerah penghasil karet melalui petani yang tergabung dalam kelompok petani UPPB (Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (Bahan Olah Karet)). (ril)









