Kenalkan Peninggalan Sejarah, Laseda Dilaksanakan di Bengkulu

Asisten III Provinsi Bengkulu, Gotri Suyanto berswafoto bersama
Create: Wed, 26/06/2019 - 14:31
Author: Redaksi
Tags

 

BENGKULU, ewarta.co - Bengkulu menjadi tuan rumah pelaksanaan Lawatan Sejarah Daerah (Laseda) dalam upaya mendorong penanaman nilai-nilai sejarah kepada kaum generasi muda.

Dengan menjadi tuan rumah pada pelaksanaan acara ini, para peserta yang merupakan anak Sekolah Menengah Pertama (SMA) sederajat dari berbagai sekolah di Sumatera.

Kunjungan kepada peninggalan-peninggalan sejarah menanamkan pengetahuan siswa bahwa betapa pentingnya pengetahuan mengenai sejarah bangsa.

Pada pelaksaan ini, Bengkulu menjadi tempat pelaksanaan Laseda pada tahun ini. Karena tak dapat dipungkiri lagi bahwa Bengkulu banyak memiliki sejarah-sejarah bangsa.

"Kita, Bengkulu menjadi tempat pelaksanaan acara ini, jadi mudah-mudahan nanti minimal memperkenalkan peserta, karena peserta ada dari Sumatera Barat, Sumatera Selatan, yang di luar provinsi Bengkulu, kita juga mengetahui di Bengkulu ada warisan sejarah, baik itu di zaman kerajaan maupun di zaman kolonial, seperti Monumen, benteng, ada tugu dan itu mengingatkan kita bahwa kita pernah dijajah Inggris," Sampai Gotri Suyanto, Asisten III Setda Provinsi Bengkulu, Rabu (26/6).

Gotri menambahkan, dengan adanya kunjungan terhadap peninggalan sejarah artinya menumbuhkan penghargaan terhadap nilai-nilai sejarah bisa ditanamkan kepada para peserta.

Selain itu, dengan telah mengetahuinya peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di Bengkulu, para peserta juga nantinya bisa bercerita pengalamannya kepada teman-temannya yang lain.

"Nanti mereka bisa bercerita kepada teman-temannya ketika telah kembali ke sekolahnya masing-masing, bahwa di Provinsi Bengkulu ini kaya akan sejarah yang memang harus diperkenalkan dan dilestarikan," tutup Gotri.

Adapun peserta dari pelaksanaan Laseda ini terdiri dari masing-masing empat siswa dan seorang guru pendamping dari MAN 2 Padang, SMAN 8 Padang, SMAN 1 Ujan Mas, Muara Enim, SMAN 2 Unggulan Sekayu, SMAN 20 Palembang, SMAN 3 Mukomuko, SMAN 10 Kaur, SMAN 1 Kepahiang, tiga siswa dan satu orang guru pendamping dari MAN 1 Padang, SMAN 1 Pampangan, OKI serta satu orang dari SMK N 9 dan SMK N 1 Padang. (NY)