Kisah Ratu Samban Turut Meriahkan HUT Provinsi Bengkulu di Panggung Bangsawan

Pertunjukan pentas seni budaya Bengkulu
Create: Mon, 04/11/2019 - 15:27
Author: Redaksi

 

BENGKULU, ewarta.co - Dalam rangka turut memeriahkan hari ulang tahun Provinsi Bengkulu yang ke-51, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu yang dalam hal ini Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bengkulu menggelar Panggung Bangsawan Bengkulu.

Panggung Bangsawan ini menampilkan sebuah teater yang mengisahkan tentang Ratu Samban. Ratu Samban memiliki nama asli Dmarjati yang berasal dari Desa Bintunan, sekarang bernama Desa Batik Nau, ia merupakan pahlawan yang gagah dan berani membela rakyat Bengkulu Utara dalam melawan penjajah Belanda pada saat itu hingga tahun 1874.

Pemerintah kolonial Belanda terus memburu Ratu Samban, sejak peristiwa gugurnya dua pejabat kolonial pada tahun 1873, yakni H.Van Amstel dan E.E Castens serta empat orang depati Negeri Sembilan (Sebutan untuk negeri Bintunan) menyeberangi Sungai Bintunan menggunakan rakit.

Salah satu Depati tersebut ialah Dmarjati, ia membantai kedua pejabat kolonial Belanda tersebut menggunakan pedangnya, disaksikan langsung oleh banyak masyarakat yang sudah dikerahkannya untuk menyambut kedatangan kedua pejabat Kolonial Belanda ini.

Saat itu, Dmarjati ditangkap oleh kompeni Belanda dan dipenjarakan di Benteng Marlborough. Setelah beberapa lama, Dmarjati bebas dari penjara Belanda, kemudian dia kembali ditangkap oleh kompeni Belanda tahun 1887.

Sekitar tahun 1889 Dmarjati dieksekusi oleh Belanda diatas rakit di Sungai Bintunan pada malam hari. Gotri Suyanto, Asisten III Setda Provinsi Bengkulu mengatakan, seni dan budaya telah lama menjadi kebanggaan Bumi Rafflesia, sebab Bengkulu tak hanya memiliki keindahan alam melainkan juga kaya akan seni dan budaya, termasuk dengan cerita rakyatnya.

Cerita kisah Ratu Samban ini, sangat baik untuk dipetik dan diambil pesan moralnya yang baik oleh kaum milenial yang ada di Bengkulu, ditengah semakin pesatnya kemajuan teknologi.

"Bukan hanya memiliki tokoh pahlawan kemerdekaan yaitu Fatmawati, namun ada juga tokoh Ratu Samban, kisah kepemimpinan Ratu Samban di zaman penjajahan kolonial Belanda adalah pesan moral yang sangat baik untuk dipetik, pesan moral yang sangat berguna untuk generasi milenial di Bengkulu untuk tidak melupakan akar budaya dan tradisi ditengah kemajuan teknologi," Katanya, Minggu malam (3/11).

Lebih lanjut dikatakan Gotri, Pemprov Bengkulu yang dalam hal ini Dispar Provinsi Bengkulu akan terus mendorong serta mendukung perkembangan seni budaya yang ada termasuk seni budaya pertunjukan cerita rakyat seperti yang telah digelar dalam Panggung Bangsawan ini, sebagai salah satu penunjung terwujudnya Visit Bengkulu Wonderful 2020.

Kegiatan pementasan cerita rakyat pada Panggung Bangsawan ini diapresiasi oleh Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang disampaikan oleh Asisten III Setda Provinsi Bengkulu Gotri Suyanto, sebab kegiatan ini dapat memberikan hiburan yang segar serta dapat menghimpun seluruh lapisan masyarakat Provinsi Bengkulu.

"Kegiatan pementasan Panggung Bangsawan ini merupakan salah satu kegiatan yang sangat positif, dengan harapan mampu memberikan hiburan segar, serta menghimpun semua lapisan masyarakat yang ada di Provinsi Bengkulu," demikian Gotri. (Nay)