JEMBER, eWarta.co – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember menyoroti minimnya alokasi anggaran rehabilitasi pasar tradisional pada tahun anggaran 2025. Pasalnya, sekitar 70 persen dari total 30 pasar daerah di Jember saat ini dalam kondisi memprihatinkan dan mendesak untuk segera diperbaiki.
Kritik tersebut mencuat dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Jember tahun 2025. Pansus DPRD menekankan pentingnya ketersediaan anggaran yang mumpuni agar pasar tradisional memiliki sarana dan prasarana yang layak guna mendongkrak daya tarik konsumen.
"Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskopumdag) memang telah melakukan rehabilitasi di 2025, namun jumlahnya sangat terbatas. Padahal kondisi 30 pasar tradisional dan 7 pasar hewan saat ini banyak yang mengenaskan," ujar Wakil Ketua Pansus 1 LKPJ, Wahyu Prayudi Nugroho, usai rapat pansus, Kamis (2/4/2026).
Wahyu menjelaskan bahwa pasar tradisional merupakan pilar penting Pendapatan Asli Daerah (PAD). Saat ini, target retribusi pasar dipatok sekitar Rp 7 miliar, namun realisasinya baru mencapai kisaran 80 persen.
Menurutnya, perbaikan akses dan fasilitas pasar adalah kunci utama untuk meningkatkan transaksi perdagangan yang pada akhirnya akan menggenjot capaian PAD.
"Kami menyarankan Diskopumdag menyediakan anggaran yang cukup untuk revitalisasi. Jika pasar layak dan aksesnya mudah, pembeli akan datang dan transaksi akan meningkat," tambahnya.
Sebagai langkah strategis, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember telah berkoordinasi dengan Kementerian PU dan Kementerian Koperasi untuk merevitalisasi Pasar Tanjung sebagai pasar induk. Usulan anggaran sebesar Rp 237 miliar telah diajukan ke pemerintah pusat.
Kepala Diskopumdag Jember, Sartini, membenarkan rencana tersebut. Ia menjelaskan bahwa revitalisasi Pasar Tanjung akan menggunakan mekanisme kontrak jamak (multi-years).
"Pembangunan tidak selesai dalam satu tahun. Sesuai petunjuk kementerian, struktur bangunan nantinya akan mencerminkan karakteristik daerah Jember," jelas Sartini.
Terkait teknis pelaksanaan, Pemkab berencana merelokasi pedagang Pasar Tanjung ke kawasan Lapangan Talangsari (Jalan KH Siddiq). Namun, Sartini menegaskan akan melakukan kajian mendalam dan dialog bersama pedagang terlebih dahulu.
"Kami ingin memastikan setelah revitalisasi selesai, pedagang mau kembali menempati pasar. Ada contoh di daerah lain, setelah diperbaiki pedagang justru enggan kembali. Itu yang ingin kita hindari," tuturnya.
Selain Pasar Tanjung, Diskopumdag juga tengah berupaya mendapatkan bantuan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperbaiki 70 persen pasar tradisional lainnya yang rusak. Termasuk di antaranya perbaikan 7 pasar hewan yang kondisinya juga belum tersentuh pembangunan maksimal.
"Sejauh ini untuk pasar hewan baru dilakukan di Pasar Hewan Mayang, itu pun terbatas pada perbaikan pagar dan pemasangan papan nama saja," pungkas Sartini. (Adv)
Penulis: Hafit
Editor: [Nama Anda/Redaksi]









