BENGKULU, ewarta.co - Polemik dan Konflik Lahan SD Negeri 62 Kota Bengkulu antara Pemerintah Kota Bengkulu dan Ahli Waris seakan sulit menemui titik terang, kedua belah pihak mengklaim dan saling bersikeras dengan argumen dan keputusan masing-masing.
Bermula dari penyegelan sekolah oleh ahli waris labtaran ganti rugi belum juga dibayar oleh pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, menyebabkan murid SD 62 belajar dijalan.
Bahkan, Pemkot Bengkulu berinisiatif mengalihkan proses belajar mengajar SD Negeri 62 di dua sekolah terdekat dengan menyiapkan fasilitas berupa bus dan mobil Satpol PP untuk mengantar jemput murid SD 62 ke sekolah terdekat selama sekolah mereka disegel.
Namun, solusi yang diberikan Pemkot Bengkuku tersebut ternyata tak menuai hal positif, sebab ada laporan dari wali murid yang menyatakan bahwa anak mereka selama belajar di sekolah tersebut, sering terjadi sesuatu pada anak mereka hingga mengakibatkan kondisi psikisnya terganggu.
Selain itu, saat pergi dan pulang sekolah dengan bus dan mobil Satpol PP, ada beberapa anak yang terjatuh dari mobil tersebut, serta ada juga anak mereka yang tersesat saat hendak pergi kesekolah juga seringnya terjadi perkelahian sesama murid.
Bahkan, pada Jum'at (23/8) lalu, ratusan murid SD Negeri 62 Kota Bengkulu menggalang dana di Simpang Lima Ratu Samban Kota Bengkulu dengan maksud ingin mencari uang untuk membayar sekolah mereka yang disegel oleh ahli waris lantaran Pemkot Bengkulu belum membayar ganti rugi.
Terkait permasalahan SD Negeri 62 Kota Bengkulu ini, kemarin Minggu (24/8), Anggota DPD RI Dapil Provinsi Bengkulu Ahmad Kanedi pun angkat bicara dan melayangkan surat secara resmi kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, dengan nomor 017/DPD-RI B-25/Eks/B/8/19.
Dalam surat tersebut, senator yang akrab disapa Bang Ken ini meminta agar Menteri Dikbud RI dapat secepatnya turun ke Bengkulu dan membantu menyelesaikan masalah ini. Demi masa depan dan kembali kondusifnya proses belajar mengajar di SD Negeri 62 Kota Bengkulu.
"Memperhatikan permasalahan yang terjadi di SD Negeri 62 Kota Bengkulu, maka dengan ini saya selaku Senator (Anggota DPD RI dapil Provinsi Bengkulu) mengharapkan secepatnya Bapak Menteri dapat menyelesaikan polemik ini, demi masa depan anak-anak SD Negeri 62 Kota Bengkulu serta kondusif nya proses belajar mengajar di SD Negeri 62 Kota Bengkulu," tulis Bang Ken dalam isi surat tersebut.
Surat resmi dari Bang Ken ini juga ditembuskan kepada Presiden RI Joko Widodo, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dan Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Ihsan Fajri. (Nay)









