Kuasa Hukum Desak Polisi Periksa Saksi Kunci Kasus Penyelewengan BBM di Jember

Create: Mon, 13/04/2026 - 22:26
Author: Redaksi

 

JEMBER, eWarta.co – Penanganan kasus dugaan penyelewengan BBM bersubsidi di SPBU Tegalbesar, Jember, kini memasuki hari ke-31. Meski telah naik ke tingkat penyidikan sejak 18 Maret lalu, proses hukum dinilai berjalan di tempat karena belum adanya penetapan tersangka maupun pemeriksaan terhadap saksi kunci.

​Saksi kunci yang dimaksud adalah mereka yang berada di lokasi saat peristiwa "hampir tangkap tangan" pada Sabtu (14/3/2026). Peristiwa tersebut sempat diwarnai aksi pengejaran yang menyebabkan mobil seorang anggota DPRD Jember tertabrak, bahkan diduga terjadi pengeroyokan terhadap legislator tersebut oleh terduga pelaku.

​Muhammad Husni Thamrin, kuasa hukum pelapor David Handoko Seto, menyayangkan lambatnya progres penyidikan. Menurutnya, sejauh ini penyidik baru memeriksa kliennya selaku pelapor.

​"Hingga saat ini, belum ada satu pun saksi yang melihat, mendengar, atau mengalami langsung kejadian tersebut dimintai keterangan di tingkat penyidikan," ujar Thamrin kepada media, Senin (13/4/2026).

​Thamrin mendesak penyidik untuk segera memeriksa saksi-saksi kunci guna membuat perkara ini terang benderang. Ia mengkhawatirkan kelambanan ini akan memberi celah bagi pelaku untuk menghilangkan barang bukti.

​"Kami khawatir terduga pelaku memengaruhi saksi atau menghilangkan barang bukti. Kami mendapat informasi bahwa kendaraan yang digunakan saat kejadian kini sudah berubah warna," tambahnya.

​Selain kasus BBM, Thamrin menjelaskan bahwa pihaknya melaporkan dua perkara sekaligus:

​* Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi.

​* Dugaan Percobaan Pembunuhan terhadap David Handoko Seto.

​Untuk laporan percobaan pembunuhan, progresnya disebut masih dalam tahap klarifikasi yang dijadwalkan pada 22 April mendatang. Atas dasar lambannya penanganan ini, pihak kuasa hukum mendesak Kapolri dan Divisi Propam Polri untuk melakukan supervisi terhadap Polres Jember.

​Menanggapi hal tersebut, Wakapolres Jember Kompol Ferry Dharmawan menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus yang telah menjadi perhatian publik ini. Ia memastikan pihak kepolisian tidak akan tebang pilih dalam menegakkan hukum.

​"Kami akan memproses siapapun yang terlibat. Jika ditemukan ada keterlibatan oknum aparat kepolisian, akan kami tindak tegas," pungkasnya.

​Penulis: Hafit

Foto: Muhammad Husni Thamrin saat memberikan keterangan pers (ewarta.co)