LKPJ Tahun Pertama Bupati Jember 2025: Ekonomi Melesat, Kemiskinan Terendah dalam Sedekade

 

JEMBER, ewarta.co – Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025. Laporan tersebut mencatatkan capaian impresif di berbagai sektor strategis, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang melampaui rata-rata nasional hingga penurunan angka kemiskinan ke titik terendah dalam sepuluh tahun terakhir.

​"Ini adalah hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat. Kami optimis Jember akan terus bergerak maju, lebih sejahtera, dan berdaya saing," ujar Gus Fawait dalam sidang paripurna, Selasa (31/3/2026).

​Berikut adalah rincian capaian indikator makro dan program unggulan di awal masa pemerintahan mantan legislator Partai Gerindra tersebut:

​1. Pertumbuhan Ekonomi dan Kemandirian Fiskal

​Ekonomi Jember tumbuh sebesar 5,47%, capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir yang sekaligus melampaui pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dan Nasional.

​Lonjakan PAD: Pendapatan Asli Daerah (PAD) melonjak drastis sebesar 135% menjadi Rp1,058 Triliun (sebelumnya Rp774,16 Miliar).

​Investasi: Nilai investasi melonjak 70,2% dari Rp1,51 Triliun (2024) menjadi Rp2,57 Triliun (2025). Hal ini berhasil menyerap hampir 10.000 tenaga kerja baru.

​"Kondisi ini dicapai tanpa menaikkan retribusi dan pajak daerah. Jember sedang berlari kencang menuju kemandirian fiskal," tegas Bupati.

​2. Rekor Penurunan Kemiskinan dan Pengangguran

​Upaya penanggulangan kemiskinan menunjukkan hasil nyata dengan angka 8,67%, merupakan level terendah dalam satu dekade terakhir. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun menjadi 3,07%, mencerminkan perbaikan signifikan pada serapan tenaga kerja.

​3. Kualitas Hidup dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

​IPM Jember meningkat ke angka 71,57, didorong oleh penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli. Prevalensi stunting juga menunjukkan progres signifikan dengan penurunan menjadi 20,1%.

​4. Program Prioritas yang Berdampak Langsung

​Beberapa program unggulan yang menjadi pilar perubahan di tahun 2025 meliputi:

​Beasiswa Cinta Bergema: Menjangkau 7.037 mahasiswa (termasuk santri dan keluarga tidak mampu) dengan skema biaya kuliah gratis hingga lulus tanpa daftar ulang setiap tahun.

​Cinta Petani, Nelayan, & UMKM: Penyaluran 64 juta kg urea, asuransi jiwa untuk 1.971 nelayan, bantuan 2.458 gerobak UMKM, serta pemangkasan retribusi pasar hingga 75%.

​Insentif Masyarakat: Pemberian insentif kepada 21.399 guru ngaji, kader posyandu, RT, dan RW dengan sistem pencairan yang dipermudah di kantor desa serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

​UHC Prioritas: Cakupan Jaminan Kesehatan Nasional mencapai 99,46%, menjamin pengobatan gratis bagi seluruh warga Jember.

​5. Akselerasi Infrastruktur dan Konektivitas

​Jalan & Lampu: Perbaikan jalan mantap mencapai 2.105 km dan pemasangan 4.236 titik PJU.

​Listrik Pelosok: Dusun Bandealit akhirnya menikmati listrik per 17 Agustus 2025.

​Revitalisasi Sekolah: 124 gedung sekolah diperbaiki melalui dana APBN, jumlah terbesar di Indonesia.

​Bandara & Pariwisata: Reaktivasi rute Jakarta dan Bali di Bandara Notohadinegoro memicu lonjakan wisatawan hingga 1,8 juta orang dalam setahun.

​6. Pelayanan Publik "Wadul Gus’e"

​Kanal pengaduan Wadul Gus’e menerima 10.412 aduan dengan tingkat penyelesaian mencapai 86%. Selain itu, melalui program Bunga Desaku, Bupati telah mengunjungi 60 desa untuk menyerap aspirasi langsung dari masyarakat bawah.

​Per 31 Desember 2025, postur anggaran Kabupaten Jember adalah sebagai berikut:Uraian Target Realisasi Persentase.

Pendapatan Daerah Rp4,409 Triliun Rp4,333 Triliun 98,27%

Belanja Daerah Rp4,372 Triliun Rp4,246 Triliun 85,51%

Penerimaan Pembiayaan Rp561,19 Miliar Rp561,19 Miliar. (Adv)

Penulis: Hafit

Foto: Bupati Jember Muhammad Fawait saat menyampaikan nota pengantar LKPJ tahun 2025.