JAKARTA, eWarta.co — Menjelang peringatan Hari Pahlawan 10 November, Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Perjuangan (APKLI-P) menggelar silaturahmi nasional sekaligus meluncurkan logo Musyawarah Nasional (MUNAS) VI yang akan berlangsung di Jakarta pada 6–8 Februari 2026.
Acara yang digelar di Jakarta Barat, Minggu (9/11/2025), menjadi momentum strategis bagi APKLI-P untuk menegaskan komitmen memperkuat ekonomi rakyat dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menuju 8 persen di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Ketua Umum APKLI-P, dr. Ali Mahsun Atmo, M.Biomed, dalam sambutannya menyerukan semangat persatuan dan kebangsaan yang diwariskan para pahlawan.
“Bangsa Indonesia ini besar dan kuat, tidak boleh tunduk pada bangsa asing. Kita harus bersatu, bergotong royong, dan mengelola kekayaan negeri ini secara adil tanpa kebocoran demi kemakmuran rakyat,” ujarnya.
Ali Mahsun meyakini, apabila pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara transparan dan berpihak kepada rakyat, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu menembus 8 persen, bahkan berpotensi tumbuh dua digit.
“Setiap bayi yang lahir seharusnya dijamin masa depannya. Jika sumber daya bangsa dikelola benar, setiap anak Indonesia bisa memiliki saldo awal Rp15 juta di rekeningnya. Sayangnya, tata kelola yang keliru sejak kemerdekaan membuat kondisi kita masih paradoksal,” tegas mantan Pembantu Rektor Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang tersebut.
Lebih lanjut, pria yang juga menjabat Presiden Kawulo Alit Indonesia (KAI) itu menegaskan dukungan penuh terhadap Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kedaulatan ekonomi nasional.
“Kami mengapresiasi keberpihakan nyata Presiden RI ke-8 terhadap ekonomi rakyat, petani, nelayan, PKL, dan UMKM di seluruh Indonesia. APKLI-P siap berada di garda terdepan mendampingi 100 juta pelaku UMKM hingga 2030 agar menjadi tulang punggung ekonomi rakyat,” katanya.
Ali Mahsun juga mendukung misi besar pemerintah dalam mencapai swasembada pangan, energi, dan air, serta mencetak sumber daya manusia unggul dan berjiwa nasionalis. Ia pun menilai langkah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang mengintegrasikan pasar rakyat dengan UMKM di tingkat RW sebagai bentuk nyata keberpihakan kepada ekonomi kecil.
Dalam arahannya, mantan Sekretaris Lembaga Sosial Mabarot PBNU (2000–2005) ini menginstruksikan seluruh pengurus di tingkat pusat hingga daerah untuk mempercepat revitalisasi 4,1 juta warung kelontong rakyat melalui gerakan Warung Kelontong Betawi (Warkobi).
“Khusus di DKI Jakarta, minimal tiga Warkobi di setiap RW harus segera hadir sebagai simbol kemandirian ekonomi rakyat,” tandasnya.
Acara ditutup dengan Doa Bersama dan Pemotongan Tumpeng Nusantara, mendoakan keselamatan bangsa, kekuatan Presiden Prabowo Subianto dalam memimpin hingga 2029, serta keberhasilan Indonesia memasuki era keadilan 2024–2060.
Sebagai puncak kegiatan, dr. Ali Mahsun secara simbolis meluncurkan Logo MUNAS VI APKLI-P dengan mencoblos menggunakan bambu runcing, sebagai lambang semangat perjuangan para pahlawan.
“Dengan semangat para leluhur dan pahlawan bangsa, kami resmikan logo MUNAS VI APKLI-P bertema Mengawal Pertumbuhan Ekonomi 8%. Selamat Hari Pahlawan, perjuanganmu kami lanjutkan,” pungkas dokter lulusan FK Unibraw Malang dan FKUI Jakarta, putra asli Mojokerto, Jawa Timur.









