KOTA TEGAL, ewarta.co – Lurah Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Rokhiman, S.E., M.M., mengajak masyarakat memaknai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan kegiatan nyata yang bermanfaat bagi lingkungan dan sesama.
Rokhiman menegaskan, kemerdekaan yang telah menginjak usia 81 tahun tidak sewajarnya hanya dirayakan melalui upacara seremonial atau perlombaan semata. Momentum ini harus menjadi bahan refleksi untuk meneruskan semangat perjuangan para pahlawan.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri rangkaian tasyakuran HUT ke-81 RI di Balai RW 04, Kelurahan Panggung, Rabu (19/8/2026) malam.
“Dalam ukuran usia manusia, 81 tahun itu bukan usia muda. Di usia kemerdekaan saat ini, kita perlu merenungkan bersama bagaimana mengisinya dengan hal-hal yang konkret dan bermanfaat,” ujar Rokhiman.
Menurutnya, bentuk perjuangan masa kini berbeda dari era pergerakan kemerdekaan. Jika dulu para pahlawan mengorbankan jiwa, tenaga, dan pikiran demi merebut kemerdekaan, kini tugas masyarakat adalah menjaga serta mengisinya, dimulai dari lingkup terkecil seperti RT dan RW.
Ia juga mengapresiasi tingginya partisipasi warga Kelurahan Panggung, khususnya RW 04, yang aktif menggelar kerja bakti, perlombaan, hingga malam tasyakuran. Kegiatan-kegiatan tersebut dinilai efektif menjaga semangat gotong royong dan mempererat silaturahmi antarwarga.
Guna menghidupkan partisipasi tersebut, pihak kelurahan sengaja meminimalkan agenda lomba di tingkat kelurahan agar warga lebih leluasa berkreasi di tingkat RT.
“Kami sengaja tidak banyak membuat lomba di kelurahan karena ingin perlombaan itu tumbuh di tingkat RT. Dengan begitu, kebersamaan dan partisipasi warga jauh lebih hidup,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Rokhiman memohon maaf kepada pengurus dan warga RW 04 karena belum dapat menyapa seluruh RT secara intensif pada malam tasyakuran. Luasnya wilayah Kelurahan Panggung yang mencakup 14 RW membuat agenda kunjungan harus dibagi ke dalam beberapa tim.
Ia mengungkapkan, durasi kunjungan yang mulanya dirancang singkat kerap meleset dari jadwal karena suasana keakraban di lapangan.
“Agenda awal rata-rata 10 menit tiap titik, tetapi sering kali lebih lama karena ikut berbincang dan berbaur. Sudah disuguhi minuman, rasanya tidak elok kalau langsung pergi,” tuturnya ramah.
Rokhiman berharap pada peringatan tahun depan memiliki alokasi waktu yang lebih lapang untuk menyambangi seluruh warga di tiap RT, sekaligus berpesan agar semangat menjaga kebersihan dan kerukunan lingkungan terus dirawat. (David)










