Mahasiswa Bengkulu Peringati Hari Tani di Kantor Gubernur

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Bengkulu memperingati Hari Tani Nasional (HTN) tahun 2021 di Kantor Gubernur Bengkulu, Jumat (24/9/21) siang.

Dikomandoi Aliansi Badan Esekutif Mahasiswa (BEM) se Provinsi Bengkulu, mereka menamai diri sebagai Aliansi Juang Tani Bengkulu. 

Koordinator Lapangan Tere Ade Rempas mengatakan aksi ini sebagai unjuk rasa, mengingat jasa para petani sekaligus menyuarakan hak-hak para petani di seluruh Indonesia.

Di wilayah Bengkulu, pihaknya juga meminta agar gubernur dapat menyelesaikan permasalahan ketimpangan sosial dan pemenuhan hak-hak petani seperti kebutuhan pertanian, dan harga pangan yang sesuai dengan kerja keras pada petani.  

"Agenda besar kami menyoroti agenda reforma agraria yang dijanjikan pemerintah yang dinilai macet total" kata Tere. 

Dalam aksi demontrasi ini, para mahasiswa menyampaikan 100 lembar pernyataan sikap dan 300 buah stiker yang ditulis pada selebaran karton serta alat-alat teatrika. 

Adapun beberapa fokus bahasan yang menjadi poin penting pada kajian ini di antaranya ialah stabilitas harga hasil produk pertanian, pengadaan alsinta bagi petani, penyelesaian konflik agraria pada daerah rawan konflik, pendistribusian pupuk dan moda usaha serta beberapa poin pokok lainnya.

“Kami meminta pemerintah menuntaskan seluruh janji-janji politiknya untuk mesejahterahkan petani. Kebijakan pemerintah baik provinsi maupun pusat jauh dari kata untuk mensejahterakan. Justru petani hari ini tertekan dengan berbagai kebijakan yang tidak pro pada petani kecil” tambah Presiden Mahasiswa UMB, Muhamad Yusuf.

Demikian halnya pada 18 janji politik dari Pemerintah Provinsi Bengkulu, di mana ada 4 janji yang sasarannya adalah bidang pertanian yakni 1, Pengadaan alsintan gratis untuk petani berupa hand traktor, multifator, mesin air portreser, dan handsprayer. 2 Menjaga stabilitas dan meningkatkan harga komoditas perkebunan terutama karet, kopi dan sawit. 

Kemudian 3) Membeli dan menampung hasil produk pertanian dengan harga yang layak pada saat panen berlimpah dan harga dipasar murah dan membuat gudang diseluruh kabupaten kota seprovinsi Bengkulu, dan 4) Menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi untuk petani. 

Atas kondisi yang terjadi, pada momentum hari tani tahun 2021 perlu kiranya menjadi refleksi bersama melalui gelombang pergerakan pengingat atas berbagai problematika pada sektor pertanian provinsi Bengkulu yang belum mampu tertuntaskan. 

"Empat Program ini secara garis besar belum terealisasi secara maksimal. Masih banyak pemenuhan dan perbaikan yang harus menjadi evalusi pemerintah provinsi agar 4 program memiliki dampak yang signifikan untuk para petani" kata Yusuf. (Bisri)