Mahasiswa UNIB Bentuk Satgas Kawal Proses Pemilihan Rektor  

Mahasiswa UNIB Bentuk Satgas Kawal Proses Pemilihan Rektor  
Tags

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Rangka mengawal proses pemilihan Rektor Universitas Bengkulu (Unib) periode 2021-2025, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Unib bentuk tim Satuan Tugas (Satgas). 

Tim Satgas ini dibentuk dan dideklarasikan sebagai salah satu  rangkaian dalam pelaksanaan diskusi pada agenda kajian isu KAMMI yang mengangkat tajuk “Fenomena Rektor Rangkap Jabatan dalam Perspektif Hukum” dengan menghadirkan narasumber Beni Kurnia Illahi selaku pengajar Administrasi dan Keuangan Negara Fakultas Hukum Unib. 

Diskusi ini diadakan untuk melihat secara mendalam bagaimana fenomena rangkap jabatan terkhusus rektor dilihat dari perspektif etika dan hukum. 

Diketahui sebagaimana belakangan marak terjadi rektor di beberapa perguruan tinggi UI, Unhas, UIII rangkap jabatan sebagai komisaris, termasuk di Universitas Bengkulu yang diketahui merangkap jabatan sebagai rektor sekaligus komisaris di Bank Bengkulu sejak Tahun 2019, padahal Bank Bengkulu merupakan BUMD dengan kepemilikan saham terbesar dipegang oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Ricki Pratama Putra selaku pejabat sementara (Pjs) Ketua Umum KAMMI Komisariat Unib mengatakan bahwa pembentukan Satgas dan diskusi yang dilakukan tersebut merupakan serangkaian tahapan advokasi yang telah beberapa waktu ini dipersiapkan dalam upaya mengawal prosesi pemilihan Rektor Unib yang saat ini sudah memasuki tahap sosialisasi dan penjaringan.

“Agenda diskusi dan launching Tim Satgas ini tidak lain dan tidak bukan merupakan sebuah rangkaian ikhtiar untuk bagaimana memperkuat peran mahasiswa dalam memperbaiki tatanan kampus dan menjaga perguruan tinggi terutama Unib sebagai laboratorium peradaban mampu menjadi teladan dalam setiap aspek, yang tentunya harus dimulai dengan diberi teladan dari pucuk pimpinan yakni rektor," kata Ricki. 

"Contohnya adalah dengan pejabat-pejabat strategis di birokrasi kampus tidak melakukan praktek rangkap jabatan yang jelas-jelas menabrak norma dalam beberapa peraturan perundang-undangan serta dapat menimbulkan potensi adanya konflik kepentingan, dan itu salah satu hal yang ingin kami capai,” imbuhnya.

Selanjutnya Aditya Andela Pratama selaku Ketua Tim Satgas menyampaikan, bahwa dirinya dan tim akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengawal prosesi pemilihan Rektor Unib, ini sebagai komitmen KAMMI Unib dalam menjalankan tradisi dan landasan gerak KAMMI. 

“Dengan Tim Satgas ini harapannya bisa menjadi salah satu instrumen yang akan membawa pengaruh baik dalam pemilihan rektor kedepan," kata Aditya. 

"Kami akan berusaha untuk bisa menyampaikan kritik-kritik, saran serta segala strategi dan taktik untuk mencoba mengawal hal ini. Tujuannya tentu adalah guna kebermanfaatan dan perbaikan di tubuh Unib itu sendiri,” pungkas Aditya.

Adapun struktur Tim Satgas KAMMI Unib dalam mengawal pemilihan rektor yakni Ahmad Handoyo dan Ricki Pratama Putra sebagai Pengarah, Aditya Andela Pratama sebagai Ketua, Apdila Nispa sebagai Sekretaris merangkap Bendahara, M Alriansyah Idris sebagai Koordinator Tim Jaringan, Dimas Heriyadi sebagai Koordinator Tim Kajian dan Akbar Gunawan sebagai Koordinator Propaganda. (Bisri)