BENGKULU,eWARTA.co -- Seratusan mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Bengkulu (UNIB), Selasa (24/8/21) melakukan aksi demo menuntut pembekuan surat keputusan (SK) pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH dicabut.
Unjuk rasa yang dilakukan massa yang terdiri dari perwakilan mahasiswa lintas program studi di halaman Dekan Fakultas Hukum UNIB sempat memanas.
Unjuk rasa memanas saat Dekan FH Unib Amancik menolak permintaan mahasiswa yang menginginkan dialog untuk membicarakan tuntutan mahasiswa dilakukan secara terbuka di hadapan massa.
Sementara pihak fakultas menginginkan dialog dilakukan di dalam gedung, dengan pertimbangan agar pembicaraan bisa dilakukan dengan kondusif dan tenang.
"Kami sudah sediakan tempat di gedung dekan untuk berdialog. Tapi kami minta hanya 15 perwakilan mahasiswa saja yang masuk," kata Amancik.
Namun pernyataan dekan tersebut tak diindahkan mahasiswa melainkan disambut sorakan. Massa bersikukuh agar dialog dilakukan secara terbuka di hadapan seluruh pengunjuk rasa.
Lebih lagi pencabutan pembekuan SK harus dilakukan saat itu juga setelah berbagai cara mediasi antara BEM FH Hukum dengan lembaga Ombudsman, dan DPRD Provinsi Bengkulu tidak ditanggapi.
Sempat memanas, akhirnya koordinator dari pihak mahasiswa yang terus melobi pihak fakultas agar dialog tetap dilakukan secara terbuka di hadapan massa gagal.
Massa akhirnya setuju dialog dilakukan di dalam ruangan yang diikuti perwakilan mahasiswa dan pihak fakultas untuk membicarakan tuntutan mahasiswa.
Sementara di halaman gedung fakultas, massa terus berorasi dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan mahasiswa. Massa juga membentangkan spanduk bertuliskan kecaman terhadap pembekuan BEM Fakultas Hukum Unib.
Berbeda dengan sejumlah awak media yang justru dilarang meliput dialog penyelesaian sengketa. Pihak fakultas hanya membolehkan media internal UNIB saja yang meliput pertemuan tersebut. Sementara media lainnya dilarang masuk dan tertahan di luar gedung fakultas. (Bisri)









