Masyarakat Keluhkan Harga Gas 3 Kg Melambung Tinggi di Akhir Tahun

Create: Sat, 13/11/2021 - 20:04
Author: Alwin Feraro
Tags

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Jelang akhir tahun, kelangkaan gas 3 kilogram (Kg) kembali terjadi. Bahkan langkanya gas untuk masyarakat miskin ini dibarengi harganya yang melambung tinggi.

Warga Kelurahan Kebun Beler Kota Bengkulu yang berprofesi sebagai tukang las Abd Rochim, mengatakan dirinya kesulitan mendapatkan gas sejak beberapa pekan terakhir. 

Disaat bertemu gas yang berisi malah mereka mengeluh, bukan karena gas-gas yang mereka dapatkan jelek, tapi mereka menyayangkan harga yang harus mereka bayar untuk satu tabung gas 3 kg tersebut mencapai Rp30 ribu hingga Rp35 ribu.

Rochim mengatakan harga tersebut tidak seberapa bagi masyarakat yang tergolong mampu untuk membeli, tetapi bagi masyarakat miskin yang penghasilannya perhari-hari tidak pasti menjadi sangat kesulitan.

"Saya bekerja sebagai tukang las karbit tidak setiap hari ada pemasukan, belum lagi saya harus membiayai anak-anak saya, istri sudah lama meninggal jadi saya harus berkorban ekstra untuk anak-anak saya,” kata Abd Rochim, Sabtu (13/11/21).

Bagaimana tidak sulit, dengan beban yang mereka harus keluarkan perhari dari mulai biaya anak, dan untuk makan saja mereka masih harus memutar otak, di tambah dengan permaslahan gas sulit didapat dan harganya yang tergolong sangat tinggi.

“Hari ini sudah yang ke-3 kalinya dalam sebulan ini saya berkeliling mencari gas. Di saat gas sudah ketemu, eh malah harganya lebih mahal dari biasanya” sambungnya.

Lebih parahnya, lanjut Rochim, terkadang gas yang ia dapat tersebut hanya terdapat setengahnya saja.

"Saya tidak tau apa yang terjadi, sebagai masyarakat saya sangat berharap kepada pemerintah yang berwewenang untuk segera menyelesaikan permasalahan gas 3 kg ini dengan secepatnya," katanya. 

"Kalau bisa buatkan regulasi yang tepat untuk masyarakat miskin supaya saya dan masyarakat miskin lain tidak lagi mengalami permasalahan dalam menggunakan gas ini lagi kedepannya," pungkasnya. (Bisri)