Mengulik Kesenian Asli Seluma yang Bisa Mendatangkan Jodoh

Tari Andun
Tari Andun
Tags

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Mencintai budaya sama halnya dengan mencintai orang yang kita sayang. Kita tak akan pernah benar-benar tahu betapa indah hari-hari bersamanya, jika tak kenal dan enggan menyatu dengannya. Untuk itu, mari ku beri tahu satu suku yang sejak dahulu mewarnai kesenian adat Bengkulu.

Suku Serawai namanya. Suku serawai mempunyai kesenian tradisional yang hingga saat ini tetap utuh walaupun dipengaruhi oleh arus zaman serba modern. Kesenian yang ada di kabupaten Seluma ini, ada dua macam yaitu kesenian Tari Andun dan Kesenian Bedindang. Kedua kesenian ini merupakan kesenian tradisional yang dimiliki oleh masyarakat suku Serawai pada umumnya dan Kabupaten Seluma. 

Tari Andun merupakan bagian dari upacara perkawinan di suku Serawai yaitu pada acara Bimbang Adat atau Bimbang Ulu Makan Sepagi. Tari Andun ditarikan oleh bujang dan gadis secara berpasangan, dengan satu syarat pasangan tersebut tidak mempunyai tali persaudaraan atau satu dusun (sekampung). 

"Kalau di zaman saya dahulu kegiatan adat masih lekat di tengah masyarakat, bukan hanya saat acara pernikahan, tapi saat kita berkunjung ke desa tetanga pun kami disambut dengan tari-tarian yang bisa berlangsung sampai subuh," cerita Suardi Tetua Adat dan juga mantan Kades Desa Dusun Tengah. 

Selain bujang gadis, Tari Andun juga dapat ditarikan oleh orang yang sudah berkeluarga dengan cara tidak berpasangan. Pada saat-saat tertentu, beberapa orang perempuan yang sudah berkeluarga diperbolehkan untuk turut menari.,

Waktu mengiringi pengantin laki-laki, diperbolehkan juga beberapa orang laki-laki yang sudah berkeluarga untuk ikut menari. Tari ini disebut Tari Kebanyakan. Namun, jika hanya ditarikan bujang dan gadis maka tari tersebut dinamakan Tari Lelawanan.

"Terkadang acara seperti ini menjadi ajang pencarian jodoh, tak jarang teman-teman saya mendapat pasangan ketika mengelar tari adat tersebut, di zaman dulu itu yang pandai menari itu bukan hanya para orang tua tapi para anak muda," jelas Suardi.

Musik pengiring Tari Andun diiringi oleh alat musik rebana dan kolintang. Tari Andun yang biasanya satu paket dengan Bimbang Adat ini, dilaksanakan di halaman terbuka.

Bedindang Suku Serawai

Peradaban modern telah membawa warna baru kesenian Bengkulu. Tapi tentu tak akan mampu menggantikan kesenian yang sudah ada sejak dulu, asalkan "si anak cucu" tak malu-malu mencari tahu.

Jadi, mari ku beri tahu satu lagi kesenian Suku Serawai yang sudah ada sejak dahulu. Kesenian Bedindang sudah berlangsung sejak lama dan menjadi tradisi bagi masyarakat setempat setiap kali mengadakan kegiatan adat. 

Kesenian Bedindang merupakan serangkaikan kegiatan dendang dan tari tarian yang berbeda penampilannya dengan Tari Andun. Anggota kelompok kesenian Bedindang terdiri dari laki-laki dewasa atau yang sudah berkeluarga, mereka bisa berperan sebagai yang menyampaikan dendang, penari, dan pemain musik. Alat musik yang digunakan adalah rebana atau gendang, dan biola.

Kesenian bedindang akan berlangsung dari penghujung malam hingga dini hari, kira-kira sejak pukul 20.00 sampai dengan pukul 04.00.

Walaupun beberapa orang telah terhanyut oleh aliran yang serba modern dan mengatakan bahwa kesenian Tari Andun dan Bedindang sudah terlalu kuno, aku percaya kamu adalah "'si anak-cucu" yang hingga saat ini mencintai kesenian tradisional tersebut. 

Nah, kalau nanti "si anak cucu" merasa sudah tua, harus merasa wajib untuk mengajarkan kesenian itu pada generasi selanjutnya. "Saya berharap sekali anak-anak sekarang ditengah kemajuan zaman tidak meningalkan semua itu," demikian Suardi. (nor)