BENGKULU, eWarta.co --Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Bengkulu mendorong harmonisasi dan sinkronisasi program Pemerintah Pusat dan daerah.
Hal itu disampaikan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dalam pelaksanaan Musrembang didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bengkulu Isnan Fajri bersama Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas RI Himawan Hariyoga Djojokusumo.
Gubernur Bengkulu mengatakan, fokus pembangunan yang diusulkan pemerintah daerah di antaranya adalah perekonomian dan kesejahteraan masyarakat sejalan dengan program prioritas yang digagas Pemerintah pusat.
"Untuk perekonomian, kami masih fokus pada pembangunan infrastruktur baik itu pada pembangunan prioritas daerah dipadankan dengan pembangunan prioritas nasional. Sementara pada kesejahteraan masyarakat penurunan kemiskinan ekstrem dan stunting terus kami lanjutkan," kata Gubernur.
Pada sektor infrastruktur fokus pembangunan Provinsi Bengkulu Tahun 2024 menitikberatkan pada penguatan perekonomian daerah dengan menjadikan Pelabuhan Pulau Baai sebagai kawasan industri yang kedepannya akan dipersiapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus.
Kemudian peningkatan konektivitas untuk memperlancar jalur distribusi dan perdagangan, diantaranya melanjutan pembangunan jalan tol Bengkulu – Lubuk Linggau, peningkatan fungsi pelabuhan, dan penguatan akses jalur darat dan udara melalui pembukaan akses ke daerah lain.
Selain itu pembangunan dan peningkatan infrastruktur strategis dan infrastruktur dasar serta pemenuhan sarana dan prasarana produksi untuk petani, peternak dan nelayan, serta penguatan UMKM.
Atasd ketercapaian itu Gubernur mengklaim bahwa angka kemiskinan menurun dan angka pengangguran terbuka terus berkurang seiring maksimalkan pembangunan pada bidang sosial, dan pendidikan.
Kemudian pada sisi pembangunan prioritas nasional, Gubernur juga mengungkap akan melanjutkan pembangunan konektivitas daerah dengan provinsi tetangga dan potensi distribusi barang baik jalur laut melalui Pelabuhan Pulau Baai, jalur darat melalui pembangunan jalur tol, pembangunan jalan yang menghubungkan dengan provinsi tetangga, peningkatan jalan nasional dan pembangunan jalur kereta api, serta pengembangan bandara.
Kemudian terkait dengan pembangunan kawasan strategis pulau terluar yaitu Pulau Enggano dan peningkatan jalan Trans Enggano, serta infrastuktur pendukung seperti pengembangan Bandara dan pelabuhan.
Selain itu terkait penyediaan infrastruktur dasar air minum Spam Regional Benteng Kobema dan keempat terkait dengan penataan destinasi wisata unggulan Danau Dendam Tak Sudah dan Pantai Panjang.
"RKPD dan APBD 2024 menitikberatkan kepada program pembangunan yang memiliki daya ungkit tinggi terhadap pencapaian target pembangunan, dengan mengedepankan kolaborasi dan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota," demikian Gubernur.
Sementara itu Perwakilan Bappenas, Himawan menjelaskan terdapat catatat pada pembangunan tahun belakangan di mana pembangunan tidak tercapai maksimal imbas pandemi COVID-19.
"Rata-rata ketercapaian sudah cukup baik meskipun tidak berjalan maksimal, terutama pada sisi mengatasi angka kemiskinan dan pengangguran, meski nilainya masih cukup tinggi di tingkat Sumatera maupun nasional," ujarnya.
Pertumbuhan ekonomi juga disebut belum optimal, lantaran masih adanya sisi transisi dari pandemi ke endemi sehingga ia mendorong pemeritah daerah untuk menggali potensi yang ada.
"Optimalisasi dapat dicapai melalui pemanfaatan beberapa potensi yang ada seperti pariwisata, investasi sumberdaya alam dan pemanfaatan kekayaan alam pertanian dan kelautan," singkatnya.









