BENGKULU,eWARTA.co -- Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Provinsi Bengkulu menggelar musyawarah rencana pembangunan (Musrembang) membahas penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2023 Provinsi Bengkulu, Rabu (30/03/22).
Musrembang Provinsi Bengkulu dihadiri Gubernur Bengkulu, Pejabat Bappenas, DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, Bupati/Walikota Se-Provinsi, Bappeda Provinsi, Bappeda Kabupaten/Kota, serta Bappeda dari provinsi tetangga.
Kepala Bappeda Provinsi Bengkulu Isnan Fajri mengatakan Musrembang ini dilaksanakan berdasarkan amanat UU nomor 5 Tahun 2004 tentang sistem perencanaan dan pembangunan nasional dan UU nomor 23 Tahun 2004 tentang pemerintah daerah.
Dalam Musrenbang, pihaknya menargetkan poin strategis rencana kerja pembangunan daerah.
"Musrembang ini merupakan Musrembang ke-2 yang mempunyai misi Bengkulu, sejahtera dan maju," ucap Isnan Fajri.
Selanjutnya Gubernur Rohidin Mersyah menyebutkan target kinerja penyelengara pemerintah daerah tahun 2023 sasaran yaitu pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka, indeks pembangunan manusia, dan rasio gizi.
"Terkait konektivitas inilah yang harus di perhatikan secara serius mengingat Provinsi Bengkulu terletak di mulut Samudera Hindia dan kita memiliki pelabuhan besar yaitu pelabuhan Pulau Baai," ucap Rohidin Mersyah.
Rohidin Mersyah mengatakan ketika Provinsi Bengkulu terhubung dengan 4 Provinsi tetangga yakni Lampung, Jambi, Sumatera Selatan dan Sumatera Barat maka sudah dipastikan menjadi beranda ekonomi baru di kawasan barat Pulau Sumatera.
"Tentu kita berharap apa yang menjadi program strategis nasional terkait dengan sodetan Tol yang menghubungkan lintas Timur Pulau Sumatera dan lintas Barat Pulau Sumatera serta adanya Pulau Baai yang ada di Provinsi Bengkulu," kata Rohidin.
Adapun beberapa prioritas pembangunan daerah yaitu;
- Percepatan pengentasan kemiskinan dan peningkatan SDM yang berdaya saing;
- Pengembangan infrastuktur yang tangguh dan berkelanjutan serta perluasan konektifitas untuk pemerataan;
- Inovasi dan tata kelola pemerintahan;
- Natural Bengkulu atau pengembangan pariwisata yang integratif, kompetitif dan ekonomi kreatif.









