EWartanews - Dalam rangka mengawasi dan memberi perlindungan kepada industri keuangan dan masyarakat Bengkulu, Otoritas Jasa Keuangan Bengkulu membentuk tim satgas waspada investasi.
Senin siang (15/8) bertempat di Belouge Hotel Splash Bengkulu Jl. Jend. Sudirman No.48 Kel. Tengah Padang Kec. Teluk Segara Kota Bengkulu telah berlangsung kegiatan "Workshop Penguatan TIM Kerja Satgas Waspada Investasi Daerah Bengkulu" dengan tema Pedoman Satgas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi.
Dibuka langsung oleh Kepala Departemen Penyidikan OJK RI, Irjen. Pol. Drs. Rokhmad Sunanto, MM dengan didampingi Deputi Direktur Penyidikan Sektor Jasa Keuangan OJK RI, I Ketut Widiana dan Kepala Kantor OJK Prov. Bengkulu Yan Syafri, SE, ME dan dihadiri perwakilan Kepolisian, Kemenag dan OPD terkait di Provinsi Bengkulu.
Dalam sambutannya, Kepala Departemen Penyidikan OJK RI, Irjen. Pol. Drs. Rokhmad Sunanto, MM, mengatakan OJK telah membentuk satgas waspada investasi dalam rangka membantu dan melindungi masyarakat dalam berinvestasi.
Lanjut Sunanto, hal ini dilakukan karena banyaknya permasalahan yang timbul dimasyarakat dalam melakukan investasi dan diharapkan antara instansi dapat saling berkoordinasi terkait permasalahan yang ada dalam investasi.
Jika menyimpang dalam segi pidana maka akan dihukum namun jika termasuk dalam penyimpangan regulasi administrasi maka diberi teguran.
"Satgas Waspada Investasi di Pusat terdiri dari 13 Kementerian dimana OJK selaku koordinator. Sedangkan Satgas di daerah terdiri dari 7 yaitu OJK, Kepolisian, Jaksa, BI, Dinas Koperasi dan Perdagangan, Dinas Kominfo dan Kemenang", ucap Sunanto.
Selain itu Kepala Kantor OJK Bengkulu, Yan Syafri mengatakan Investasi yang akan di lakukan pengawasan yaitu dari bidang Koperasi, Travel Umroh, Bidang Perdagangan, dan Perbankan.
Lanjut Yan Syafri, perkembangan industri investasi saat ini sangat pesat dan perlu dilakukan penguatan di Pemerintah. Khusus di Provinsi Bengkulu sektor investasi masih dalam keadaan sehat dan normal namun tetap dalam pengawasan tim satgas. Tutup Yan Syafri".









