BENGKULU,eWARTA.co -- Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bengkulu Iskandar Novianto meminta pemerintah daerah (Pemda) segera melaksanakan pengajuan lelang guna mengoptimalkan penyerapan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) di tahun 2022 ini.
Iskandar mengatakan hal ini sebagai bentuk evaluasi kinerja pemda dalam menyerap APBD dari tahun sebelumnya yang hanya terealisasi 14,17 persen pada belanja modal. Padahal nilai APBD Provinsi Bengkulu tahun itu senilai Rp12,6 triliun.
"Melihat dari capaian belanja modal di 2021, hingga pertengahan Desember serapan anggarannya masih di angka 14,17 persen. Ini sangat kecil dan harus dievaluasi dengan percepatan proses lelang," kata Iskandar, Selasa (4/1/22).
BPKP meminta agar Pemda baik provinsi maupun kabupaten segera melakukan pengajuan lelang lebih awal setelah adanya persetujuan APBD oleh pihak legislatif. Hal ini guna mengantisipasi terjadinya gagal lelang yang terjadi seperti tahun sebelumnya.
"APBD sudah ketok palu. Pemda sudah bisa melakukan pelelangan, nanti tandatangani kontrak itu setelah dokumen pelaksanaan anggaran (DPA)-nya ada. Jadi sudah jelas nilai kontraknya berapa itu dilakukan penyesuaian dengan DPA itu silahkan dilelang,” kata Iskandar.
“Januari sudah bisa bekerja, jadi ada renggang waktu jika di tengah nanti ada gagal lelang atau kendala lainnya. Jadi ada spare waktu,” lanjut Iskandar.
Berkenaan dengan nilai alokasi belanja modal dalam APBD tahun ini, belum ada catatan resmi dari BPKP. Hal ini lantaran masih adanya evaluasi APBD oleh Kementerian Dalam Negeri.
Senada, pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) mengingatkan agar eksekutif dapat mengejar serapan APBD tersebut sejak awal tahun.
"Kami minta agar pemda segera merealisasikan alokasi anggaran sejak awal tahun. Apalagi tahun ini, daerah kita tercepat ketiga pengesahan APBD-nya se-Indonesia. Jangan cepatnya pengesahan itu malah dinodai dengan lambannya realisasi,” kata Waka I DPRD Provinsi Bengkulu, Samsu Amanah. (Bisri)









