Pemkab Kendal Ingin Hasil Panen Porang Tembus Pasar Luar Negri

Bupati Kendal saat mengunjungi petani Porang yang lagi panen, di Desa Sidomakmur Kaliwungu Selatan Kendal, Senin (14/6/2021
Create: Tue, 15/06/2021 - 08:36
Author: Alwin Feraro
Tags

 

KENDAL,eWARTA.co -- Bupati Kendal Dico M. Ganinduto, akan serius mendorong para petani Umbi Porang di Kendal untuk lebih bisa mengembangkan hasil panennya.

Saat ini, para petani Umbi Porang di Desa Sidomakmur, Kecamatan Kaliwungu Selatan Kabupaten Kendal lagi panen Umbi Porang. Melihat Potensi Porang yang cukup tinggi di Kendal, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto menilai potensi Umbi Porang di Kendal memiliki nilai jual yang tinggi. Oleh sebab itu, Bupati Kendal berniat akan membantu para petani porang agar bisa lebih mengembangkan hasil panennya itu.

"Umbi Porang ini jika menjadi chip memiliki nilai jual yang tinggi, untuk itu kami tentu akan mendukung dan berusaha untuk mencarikan investor yang tepat termasuk market akan kita carikan," kata Dico, saat mengunjungi petani Porang yang lagi panen, di Desa Sidomakmur Kaliwungu Selatan Kendal, Senin (14/6/2021).

Dico menyampaikan, intinya jangan sampai para petani Porang di Kendal ini menjual ke pihak ke tiga yang harganya mungkin bisa dimainkan.

"Terlebih para petani Porang di Desa Sidomakmur lahannya cukup luas dan bisa menjadi daerah unggulan dalam menghasilkan porang," ungkapnya.

Ia menambahkan, para petani tidak hanya dibatasi untuk menghasilkan umbi porang saja. Namun, Pemkab Kendal akan berusaha membantu agar para petani juga dapat melakukan pengolahan dari umbi porang menjadi chip yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

"Kalau kita mau melihat, Kendal sendiri memiliki potensi yang cukup tinggi dalam menghasilkan Porang, karena Kendal memiliki lahan yang cukup luas dan bisa menjadi daerah unggulan dalam hasil porang," tandasnya.

Dico melanjutkan, pihaknya akan menargetkan agar porang yang dihasilkan dari petani Kendal bisa ekspor sampai ke luar Negri, seperti Cina dan Jepang.

"Nilai chip porang saat ini masih tinggi, mampu mencapai 45 ribu hingga 60 ribu per kilogramnya. Target kita harus bisa sampai di pasar luar negeri. Produk porang merupakan produk baru, kami juga akan memaksimalkan Mal Pelayanan Publik (MPP) terkait pengurusan ekspor, yang nantinya akan mempermudah warga Kendal untuk pengurusan ekspor," terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sidomakmur, Bambang S Hasbi, mengatakan bahwa, lahan yang dikelola petani yang bekerjasama dengan perhutani saat ini, mencapai 8 Hektar. 

"Untuk pengelolaan umbi porang, pihak desa saat ini sudah memiliki alat pemotong dan pengering yang untuk membuat porang menjadi chip. Sedangkan yang menjadi kendala saat ini bagi petani yaitu pengadaan bibit. Jadi kami meminta suport dari pemkab Kendal terkait bibit Porang," pungkasnya. (Roni)