BENGKULU,eWARTA.co -- Sejumlah warga Desa Lubuk Lagan Kecamatan Seluma Barat kembali menggelar tradisi adat Sekujang khas suku Serawai selepas shalat Isya, Kamis malam sekira pukul 20.00 WIB. Kegiatan ini merupakan tradisi unik yang telah digelar secara turun temurun tepatnya di malam 1 Syawal.
“Sekujang ini merupakan tradisi secara turun temurun yang kami lakukan setiap tahun pada malam pertama hari raya Idul Fitri, selain dilakukan setiap tahunnya, sekujang ini sengaja menampilkan apa saja permintaan masyarakat sebelum memberikan Kue, dan tradisi unik ini juga mempunyai nilai-nilai leluhur yang masih dipertahankan,” ujar Rezuan (38) Ketua Sekujang Desa Lubuk Lagan pada Kamis (13/05/2021).
Dia menambahkan, Sekujang merupakan upaya mendoakan orang yang sudah meninggal walau tanpa adanya tali ikatan darah. Selain itu, sekujang juga merujuk pada arwah yang kuburannya tidak dikunjungi atau diziarahi oleh sanak saudaranya sehingga arwah tersebut datang kembali saat malam lebaran pertama.
“Siapapun yang meninggal walau tidak kenal orangnya wajib kita lakukan, misalnya terdapat salah satu jasad yang meninggal karena tenggelam. Sedangkan setiap rumah yang dihampiri oleh sekujang dengan cara bernyanyi sembari berpantun atau membaca doa dapat memberikan keselamatan kemudian Sekujang ini akan menerima sedekah berupa makanan atau minuman dari tuan rumah,” sambung Rezuan.
Lanjutnya, pemberian makanan atau minuman tersebut kemudian dibawa ke masjid guna dilakukan doa bersama.
“Untuk anggota sekujang kali ini sebanyak 15, merupakan nilai toleransi antar umat beragama yang saat ini masih dipegang teguh oleh masyarakat kami,” tambah Rezuan.
Di samping itu, Pauzi Asri warga Desa Lubuk Lagan mengatakan setiap tahun ia selalu menyaksikan tradisi sekujang.
“Setiap Tahun saya selalu nonton Sekujang ini dilakukan, untuk kali ini saya dengan pemuda desa lubuk lagan langsung turun untuk meramaikan sekujang tersebut," ungkap Pauzi.
Namun dalam hal ini sangat menyayangkan kepada aparatur Desa Lubuk Lagan, karena tidak ada satupun aparatur desa yang hadir apa lagi mendukung kegiatan Sekujang tersebut, melainkan segelincir masyarakat biasa dan di temani oleh pemuda desa yang meramaikan acara ini.
"Saya menyayangkan untuk aparat desa Lubuk Lagan, karena tidak ada satupun yang mendukung kegiatan ini apa lagi hadir untuk ikut Sekujang, padahal sudah di ajak oleh salah satu ketua tim sekujang kami," terang Pauzi.
Sementara itu, Pauzi berharap tradisi ini tetap berjalan dan tidak termakan oleh zaman.
"Tapi tradisi yang sangat baik ini. Saya berharap semoga tetap berjalan dan tidak termakan oleh zaman,” tutup Pauzi. (Nandar)









