Pengerukan Pelabuhan Pulau Baai Dimulai, Dua Kapal Keruk Tiba Akhir Mei

Create: Tue, 13/05/2025 - 19:31
Author: Redaksi

 

BENGKULU, eWarta.co -- PT Pelindo Regional II Bengkulu telah memulai langkah konkret untuk mengatasi pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai dengan mendatangkan dua kapal keruk dari Pelabuhan Batam.

Kapal-kapal tersebut adalah CSD Costa Fortune 3 dan AHT Costa Fortune 5, yang berangkat pada hari Selasa, 13 Mei 2025, pukul 13.50 WIB, ditarik oleh kapal tunda TB Hemingway 3600. Diperkirakan, kedua kapal akan tiba di Pelabuhan Pulau Baai sekitar tanggal 23 hingga 25 Mei 2025.

CSD Costa Fortune 3 memiliki kapasitas GT 1.458 gross ton, panjang 99,95 meter, lebar 15,4 meter, dan draft 4 meter.

Sementara itu, AHT Costa Fortune 5 berkapasitas GT 100 gross ton, panjang 21,15 meter, lebar 9 meter, dan draft 2,5 meter. Kedua kapal ini dimiliki oleh PT Adyawinsa Dinamika dan akan melakukan pengerukan di alur Pelabuhan Pulau Baai.

"Hal ini dibenarkan oleh Wakil Ketua INSA Bengkulu, Edy Hariyanto, Dua kapal keruk diberangkatkan hari ini dari pulau Batam menuju pelabuhan pulau baai Bengkulu," sampainya saat di konfirmasi via pesan singkat, Selasa (13/05/2025).

Pada tahap awal, pengerukan akan dilakukan dengan menggunakan pipa sepanjang 500 meter, dan hasil kerukan akan dibuang ke lokasi pembuangan sementara hingga mencapai kedalaman -4 meter LWS (Low Water Spring). Setelah itu, akan dilakukan pengerukan lanjutan untuk mencapai kedalaman -6,5 meter LWS, dengan menyesuaikan lebar alur agar kapal tongkang dapat keluar masuk pelabuhan dengan aman.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya PT Pelindo untuk meningkatkan kedalaman alur pelabuhan yang sebelumnya berada pada kedalaman -3 hingga -4 meter LWS, dan beberapa lokasi sudah menjadi daratan. Setelah dilakukan pengerukan, kedalaman alur akan mencapai -10 meter LWS dengan panjang alur sepanjang 2.000 meter dan lebar alur 80 meter.

Dengan kedalaman tersebut, Pelabuhan Pulau Baai kini memungkinkan untuk melayani kapal-kapal dengan bobot di atas 40.000 DWT. Hal ini diharapkan dapat mengurangi beban biaya logistik yang dikeluarkan pengguna jasa secara langsung .

Pengerukan alur pelabuhan ini juga diharapkan dapat mendukung kelancaran distribusi barang dan penumpang melalui laut, serta meningkatkan daya saing Bengkulu di sektor logistik dan perdagangan. Dengan demikian, perekonomian daerah diharapkan dapat tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan. (**)