PAMULANG,eWARTA.co -- UMKM yakni usaha mikro, kecil, dan menengah yang sudah sering terdengar di telinga masyarakat. Pemerintah sendiri telah menetapkan pengertian UMKM yang tertuang dalam UU Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. UMKM adalah sebagai bisnis yang dijalankan oleh individu, rumah tangga, atau badan usaha skala kecil. Ada 3 jenis UMKM yaitu, Usaha kuliner yaitu UMKM seperti menjual makanan. Usaha fashion yaitu UMKM seperti menjual dan pembuatan pakaian, alas kaki, topi, hingga aksesoris. UMKM bidang usaha agribisnis meliputi penjualan dan produksi pertanian serta perkebunan. Contoh usaha yang merupakan UMKM adalah pedagang asongan, toko kelontong, warung makan, pedagang kaki lima, dan masih banyak lainnya.
UMKM merupakan pilar terpenting dalam perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM saat ini mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 61,07% atau senilai 8.573,89 triliun rupiah. Kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia meliputi kemampuan menyerap 97% dari jumlah tenaga kerja yang ada serta dapat menghimpun sampai 60,4% dari total investasi. Namun, banyaknya jumlah UMKM di Indonesia juga tidak terlepas dari tantangan yang ada.
Pengertian akuntansi secara sederhana ialah kegiatan menyajikan informasi ekonomi kepada banyak pihak yang memerlukan informasi akuntansi. Setiap rumah tangga konsumsi dan rumah tangga produksi memerlukan informasi keuangan untuk mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu mencapai laba maksimal dengan pengorbanan tertentu. Oleh karena itu, diperlukan cara pencatatan yang sistematis agar dapat menganalisis transaksi keuangan menjadi informasi ekonomi yang bermanfaat bagi banyak pihak.
Masih banyak pelaku UMKM di Indonesia yang masih belum paham dengan pencatatan keuangan dan akuntansi. Padahal peran akuntansi sendiri adalah hal yang sangat penting. Berdasarkan data yang ada, 9 dari 10 UMKM yang gagal adalah mereka menggunakan struktur modal yang kurang baik, pengeluaran secara berlebihan ketika memulai bisnis, kurangnya cadangan kas, dan kontrol akuntansi yang buruk. Manfaat dalam menerapkan Akuntansi akan memudahkan bagi pelaku UMKM untuk membuat laporan keuangan, mengevaluasi kinerja dan mengetahui posisi keuangan, Akuntansi sangat berperan penting dalam perkembangan UMKM.
Apa saja si peran akuntansi dalam perkembangan UMKM? Betapa pentingnya peran akuntansi dalam membangun suatu usaha. Terdapat empat peran penting akuntansi bagi pelaku UMKM yang wajib diketahui yaitu:
Pertama adalah akuntansi sangat membantu pelaku UMKM dalam menghitung berapa jumlah pengeluaran dan pemasukan dalam jangka waktu tertentu sehingga terjadi keseimbangan antara pengeluaran dan pemasukan, kedua sebagai penyedia informasi yang berhubungan dengan keuangan yaitu untuk mengetahui berapa laba yang dihasilkan dari penjualan dalam jangka waktu tertentu dan sebagai bahan evaluasi untuk kedepannya untuk dapat memperoleh laba yang kita harapkan.
Ketiga Sebagai Pengambilan Keputusan Akuntasi juga berperan dalam pegambilan keputusan sebuah usaha. Dengan adanya laporan keuangan harian kita dapat mengambil keputusan yang tepat untuk usaha yang kita miliki. Dan yang terakhir sebagai Alat Informasi dalam sebuah usaha akuntansi juga berperan dalam memberikan informasi penting bagi pemilik dalam masalah keuangan yaitu mejadi alat untuk berfikir mengenai kondisi yang terjadi dalam usaha yang sedang dikelola.
Contoh peran akuntansi bagi pelaku UMKM dalam menentukan Laba Rugi, Pak Wawan membeli jeruk sebanyak 40 kg dengan harga Rp6.500 per kg. Kemudian 30 kg di antaranya dijual dengan harga Rp7.000 per kg, dan sisanya dijual dengan harga Rp6.000 per kg, berapakah besarnya laba atau rugi dari hasil penjualan Pak Wawan?
Harga pembelian =40 kg×Rp 6.500= Rp 260.000, Harga penjualan =(30kg x Rp 7000) + (10kg x Rp 6000), Total harga penjualan ialah sebesar Rp 270.000. Karena harga penjualan lebih dari harga pembelian, maka Pak Wawan mengalami laba. Laba=harganpenjualan−harga pembelian= Rp 270.000−Rp 260.000= Rp 10.000. Jadi, besarnya keuntungan yang diperoleh Pak Wawan adalah sebesar Rp10.000.
Peran Akuntansi pada UMKM sangatlah penting. Sudah seharusnya jika pemilik bisnis untuk mempelajari akuntansi. Alternatif lainnya yaitu dapat menggunakan jasa akuntan untuk bisnis kecil Atau mungkin bisa mempelajari akuntansi sendiri agar tidak membuang pengeluaran yang besar, terlebih untuk usaha yang baru dimulai. dapat menggunakan software akuntansi untuk memantau, Pastikan memilih software akuntansi terbaik untuk membantu keuangan UMKM yang dikelola. Berikut beberapa rekomendasi software akuntansi untuk UMKM yang wajib dicoba, Kledo, GNU Cash, Zipbook, Wave, Cloudbooks. Dengan akuntansi pelaku UMKM tetap bisa mengakases laporan bisnis secara real time dimanapun dan kapanpun. Sudah saatnya UMKM Indonesia menjadi lebih baik.

Oleh : Saputri (171011201023)
Jurusan : S1 Akuntansi Universitas Pamulang









