Petugas Pemasyarakatan di Bengkulu Didorong Siaga Bencana

Simulasi tanggap darurat bencana Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bengkulu
Create: Tue, 29/06/2021 - 18:48
Author: Alwin Feraro
Tags

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Sebanyak 55 petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) mengamankan warga pemasyarakatan (Narapidana/napi) di dalam ruang terbuka untuk menghindari adanya gempa susulan. 

Sebagian memberikan tanggap pertolongan pertama pada kecelakaan dan sisa lainnya bersiaga mengatur para napi berlindung di lapangan terbuka agar terhindar dari reruntuhan. 

Suasana riuh sirine menghiasi simulasi penyelamatan juga tanggap bencana para petugas Lapas yang berlangsung Selasa (29/6/21) siang.

Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk pelatihan tanggap darurat bencana dengan instruktur dari Tim Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, dan Basarnas Bengkulu. 

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bengkulu, Imam Jauhari mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk membuat petugas pemasyarakatan tanggap dalam menanggulangi bencana khususnya mengendalikan para napi agar tetap kondusif.

"Saya harap latihan singkat ini dapat memberikan nilai tambah serta spirit dalam bekerja, terutama ketanggapan dalam menghadapi bencana yang mungkin terjadi," kata Imam.

Provinsi Bengkulu dengan potensi bencana gempa bumi yang cukup besar, kata Imam, perlu upaya mitigasi dan perencanaan penyelamatan diri dalam Lapas. 

"Sebagai petugas pemasyarakatan yang bertugas di zona rawan gempa, kita dituntut untuk selalu siaga bencana," katanya. 

Di mana menurutnya di dalam Lapas dan rumah tahanan terdapat warga binaan pemasyarakatan yang sedang menjalani pembinaan, tentunya memerlukan perhatian terhadap kesiapsiagaan apabila terjadi bencana ataupun potensi bahaya.

Tak hanya itu, simulasi juga menampilkan materi di mana petugas Lapas juga harus siap menghadapi bencana non alama seperti kebakaran.

"Semoga dengan pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan dan kecepatan petugas agar pengamananan warga tetap terkendali," kata Imam. (Bisri)