Plt Kadinkes Benteng di Tetapkan Tersangka

Martin Luther, Kasi Penkum Kejati Bengkulu
Martin Luther, Kasi Penkum Kejati Bengkulu
Create: Fri, 02/01/2019 - 13:07
Author: Redaksi

 

Bengkulu, ewarta.co — Pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) Polda Bengkulu terhadap ASN di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Tengah terkait dugaan tindak pidana korupsi pemotongan dana Gabungan Usaha (GU) RSUD dan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang bersumber dari dana APBN tahun 2018 lalu dengan tersangka FG selaku bendahara pengeluaran Dinkes Benteng, Kamis (31/1).

Terbaru, Kejati Bengkulu melalui tim Jaksa Penuntut Umum (JPU)  telah menerima Surat Pemberitahuan. Dimulainya Penyidikan (SPDP) terkait pengembangan kasus dugaan tindak pidana korupsi pemotongan dana gabungan usaha (GU) RSUD Bengkulu Tengah dan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang bersumber dari dana APBN 2018 tersebut.

Kasi Penkum Kejati Bengkulu, Marthin Luther, Jumat (1/2) mengatakan pihaknya melalui tim JPU Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Bengkulu telah menerima SPDP tertanggal 25 Januari 2019 nomor B 27 dengan tersangka MW, selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bengkulu Tengah.

“Setelah menerima SPDP ini langkah yang akan dilakukan tim JPU yaitu melakukan penelitian berkas perkara selama 14 hari dan kemudian nanti dikembalikan ke tim penyidik untuk dilengkapi,” sampai Marthin.

“Perbuatan tersangka MW sebagaimana dimaksud dalam pasal 12 e dan atau pasal 12 f undang-undang nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo 55 ayat (1) ke 1 KUHP,” Imbuh Marthin.

Seperti diketahui bersama, OTT yang dilakukan tim saber pungli Polda Bengkulu terkait dana gabungan usaha (GU) RSUD Bengkulu Tengah dan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) untuk puskesmas yang diduga ada pemotongan dana sebesar 10 persen setiap pencarian pertiga bulan sekali oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Tengah.

Dalam OTT tersebut telah di amankan barang bukti uang sebesar Rp.117.085.992. (AR)