Polisi Usut Pelaku Pelemparan Kotoran Hewan Gedung Posyandu

Gedung posyandu siap diresmikan, dilempari kotoran hewan oleh orang rak dikenal
Create: Mon, 17/06/2019 - 20:38
Author: Redaksi

 

SULSEL, ewarta.co - Polisi mendalami pelaku dan motif orang tak dikenal yang melakukan pelemparan kotoran hewan di gedung Posyandu yang siap diresmikan dilingkungan Mamullu, Kelurahan Tondon Mamullu, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (14/6/2019) lalu.

Hal ini diungkapkan Kasat Reskrim Polres Tana-Toraja (Tator) AKP Jon Paerunan pada media ini, Ia menyebutkan, pelemparan kotoran hewan ke Gedung Posyandu yang akan diresmikan.

"Kita masih dalami motif apa oknum tak bertanggungjawab melempari kotoran hewan ke gedung Posyandu itu,"ucapnya.

Jon panggilan akrab Kasat Reskrim Polres Tana - Toraja mengaku motif dan pelaku kotoran hewan belum diketahui. Tim identifikasi baru melakukan olah TKP dan pengangkatan sidik jari dari barang bukti kotoran hewan itu.

Selanjutnya, kepolisian akan terus melakukan pengembangan untuk menemukan pelaku.

"Sampai sekarang belum diketahui motif apa yang melatari pelemparan itu. Kita belum bisa juga menyampaikan berapa pelaku karena tidak ada yang melihat.

"Sementara itu Lurah Tondon Mamullu, Daniel Tanding menyayangkan perbuatan warga yang tak bermoral dan tak bertanggungjawab, pemerintah sudah membuatkan gedung yang bagus untuk digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat, kok malah dilempari kotoran hewan," sesal Daniel Tanding.

Biar ada pelemparan kotoran hewan ke gedung Posyandu tersebut, karena sudah dijadwalkan peresmian gedung Posyandu pada Sabtu, 15 Juni 2019, pihak Kelurahan Tondon Mamullu bersama Dinas Kesehatan Tator tetap melaksanakan peresmian gedung untuk dimanfaatkan ibu-ibu warga lingkungan Mamullu.

"Peresmian dihadiri beberapa tokoh masyarakat setempat dan dilakukan kegiatan Posyandu perdana. Lurah Daniel Tanding bersama warga berharap pihak Polisi Polres Tana-Toraja mengungkap siapa warga pelaku yang melempari kotiran hewan je gedung Posyandu," harap Lurah Tondon Mamullu. (YS/DS)