BENGKULU,eWARTA.co -- Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadisora) Provinsi Bengkulu, Atisar Sulaiman mengatakan dalam situasi penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat masa pandemi COVID-19 di Kota Bengkulu, pelaksanaan aktivitas pelatihan atlet yang akan mengikuti even Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua untuk sementara dirumahkan.
"Untuk sekarang tidak ada pelatihan, kami rumahkan dahulu sampai PPKM dicabut, atau ada kebijakan lainnya," kata Atisar, Rabu (14/7/21).
Dirumahkanya para atlet yang ingin mengikuti perlombaan atau turnamen bukan tanpa sebab, hal ini untuk mencegah adanya klaster penyebaran COVID-19 saat pelatihan.
"Karena Kami ketahui pelatihan atlet kerap menyebabkan keramaian, apalagi situasi di Kota Bengkulu kasus COVID-19 terus meningkat. Untuk menghindari risiko itu, kami tiadakan dahulu pelatihannya," jelas Atisar.
Akan tetapi, lanjut Atisar, untuk cabang olahraga (Cabor) perorangan yang tidak banyak orang, pelatihan tetap berlanjut. Namun tetap menerapkan protokol kesehatan.
"Kami menghimbau kepada para atlet agar terus menjaga fisik dan kemampuannya. Dirumahkan bukan berarti berhenti berlatih. Tetapi tetap berlatih sendiri, dan jika memungkinkan bisa diadakan pelatihan terpusat dengan syarat hanya cabor perorangan yang sedikit orangnya," kata Atisar.
"Untuk kabupaten yang belum masuk zona merah dan belum menerapkan PPKM bisa melaksanakan pelatihan atlet-atletnya secara maksimal. Dengan ketentuan tetap menerapkan prokes ketat dan menyesuaikan keputusan bupati masing-masing," pungkasnya. (Bisri)









