Produksi Padi Bengkulu Menurun

Create: Mon, 01/11/2021 - 14:19
Author: Alwin Feraro

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Luas panen padi di Provinsi Bengkulu pada 2021 diperkirakan sebesar 56.721 hektar, mengalami penurunan sebanyak 7.416 hektar atau 11,56 persen dibandingkan 2020 yang sebesar 64.137 hektar.
 
"Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Bengkulu, produksi padi periode ini diperkirakan sebesar 272.773 ton gabah kering panen (GKP). Hal ini mengalami penurunan sebanyak 20.061 ton GKG atau 6,85 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 292.834 ton GKG.
 
"Luas panen tertinggi terjadi April, yaitu sebesar 11.548 hektar, sementara luas panen terendah terjadi bulan September sebesar 1.831 hektar" kata Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal, Senin (1/11/21).

Jika dikonversikan menjadi beras, lanjut Kepala BPS, maka produksi beras diperkirakan sebesar 156.298 ton, mengalami penurunan sebanyak 11.495 ton atau 6,85 persen dibandingkan 2020 yang sebesar 167.793 ton.

"Menyisakan dua bulan, potensi panen sepanjang Oktober hingga Desember 2021 sebesar 13.169 hektar" kata Rizal. 

Adapun penghasil produksi padi terbesar di Bengkulu yakni tiga kabupaten dengan total potensi produksi padi tertinggi adalah Bengkulu Selatan sebesar 56,38 persen, Lebong 47,99 persen, dan Seluma sebesar 47,31 persen. 

"Tiga kabupaten/kota dengan potensi produksi padi terendah adalah Kepahiang, Bengkulu Tengah, dan Kota Bengkulu yakni 15 hingga 6 persen," kata Rizal. (Bisri)