Promosikan Kopi Bengkulu, Bencoolen Rider Bencoolen Coffe Mobile Diluncurkan di DKI

Foto bareng
Foto bersama usai ngopi bareng
Create: Wed, 02/06/2019 - 22:43
Author: Redaksi

 

Bengkulu, eWarta.co - Melalui Badan Penghubung Provinsi Bengkulu, Bencoolen Rider dan Bencoolen Coffe Mobil diluncurkan di DKI.

Hal ini dilakukan sebagai strategi memperkenalkan kopi Bengkulu pada masyarakat Indonesia dan mancanegara.

"Salah satu fungsi Badan Penghubung adalah memperkenalkan protensi dan produk unggulan daerah di tingkat nasional dan internasional," ujar Kepala Badan Penghubung dalam acara Ngopi Bareng, The Bencoolen Rider dengan Gubernur Bengkulu, (6/2/19).

Sementara itu, Komite Penyelaras TIK yang juga Wakil Ketua  tim Koordinasi Kopi Bengkulu, Dedi Yudianto menegaskan, Bencoolen Rider dan Bencoolen Mobil Coffe untuk memperkenalkan brand kopi Bengkulu pada semua kalangan.

"Kami sengaja menyediakan Bencooken Rider dan Bencoolen Coffe Mobile di Jakarta, agar kopi Bengkulu mudah dikenal di DKI Jakarta, kalau kopi Bengkulu dikenal di DKI Jakarta, insyaallah lebih mudah dikenal di seluruh Indonesia bahkan dunia," ungkap Dedi.

Dalam sambutannya, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah banyak mengungkapkan potensi dan strategi lengembangan kopi Bengkulu.

"Secara nasional produksi kopi Bengkuku menempati urutan ketiga, dan pada peta kopi Sumatera dikenal segitiga kopi, yaitu Bengkulu, Lampung dan Sumatera Selatan. Artinya Bengkulu memiliki potensi kopi yang menjanjikan," ujar Rohidin Mersyah yakin.

Rohidin melanjutkan, Bengkulu nemiliki sekitar 72 ribu ton pertahun dengan 34 sampai 36 kepala keluarga yang bergerak di sektor tersebut.

Hanya saja, tambah Rohidin, posisi sekarang ada sekitar 34 ribu hektar berada dikawasan hutan lindung.

"Melihat potensi dan problem tersebut, pemerintah daerah telah melakukan langkah-langkah strategis agar kopi Bengkulu benar-benat mampu menggerakkan ekonomi masyarakat," tambah Rohidin.

Langkah yang sedang dilakukan pemerintah daerah, lanjut Rohidin, Pertama persoalan status lahan kebun rakyat harus segera diselesaikan, "mumpung sekarang lagi ada program reforma agraria," ujar Rohidin.

"Kedua lindungi merknya, daftarkan indikasi geografisnya. Alhamdulilah Kepahiang dan Curup sudah kita dapatkan. Ketiga buka pabriknya dan buka pintu ekspornya, Keempat lakukan promosi seperti yang kita lakukan saat ini," tambah Rohidin lagi.

Rohidin juga berharap dinas terkait semua pihak bersinergi mengembangkan potensi kopi Bengkulu (Rls)