PT MPA Tak Berkontribusi dan Rusak Jalan, Warga Desa Simpang Pasang Portal Jalan

Create: Fri, 25/04/2025 - 14:38
Author: Redaksi

 

SELUMA, eWarta.co -- Lantaran sudah geram, Masyarakat Desa Simpang pagar akses jalan penghubung perkebunan kelapa sawit milik PT Metani Palma Abadi (MPA) menuju jalan Desa Simpang Kecamatan Seluma utara. 

Pemagaran atau Portal jalan tersebut bukan tanpa alasan, mengingat semenjak PT MPA mengunakan jalan tersebut untuk mobilitas hasil panen, pihak perusahaan tidak mau berkontribusi untuk melakukan perbaikan jalan. 

Bukan hanya link jalan Desa menuju Keperkebunan yang rusak, namun jalan yang baru selesai di aspal oleh pemerintah Daerah pada akhir tahun 2024 yang lalu juga turut rusak akbat dari mobilitas hasil perkebunan kelapa sawit milik perusahaan PT MPA. 

Kepala Desa Simpang Kecamatan Seluma utara Rezon Ependi mengatakan, pemagaran badan jalan tesebut sebagai bentuk luapan emosi masyarakat terhadap pihak perusahaan.

Selain Jalan tersebut digunakan masyarakat menuju Keperkebunan dan juga untuk mengeluarkan hasil panen dari perkebunan, jalan tersebut juga digunakan oleh perusahaan untuk mobilitas hasil perkebunan perusahaan, dan perusahaan tidak berkontribusi untuk perbaikan jalan. 

"Masyarakat ini geram, karena masyarakat ini mayoritasnya berkebun melewati jalan itu, kebun kopi, kebun karet, kebun sawit, jadi mereka itu sudah geram karena jalan itu sudah hancur karena tidak ada perbaikan dari pihak perusahaan, " Sampainya, Jumat (25/4/2025).

Rezon berharap, pihak perusahaan bisa mengerti apa yang dikehendaki oleh masyarakat. Perusahaan dapat menggunakan dana CSR untuk melaksanakan program tangung jawab sosial dan lingkungan terhadap desa penyangga dengan cara memperbaiki jalan Desa yang dilalui mobil angkut sawit PT MPA.

"Harapan saya selaku kepala Desa kedepannya ini terhadap kepada pihak perusahaan untuk bisa menggunakan dana CSR nya untuk memperbaiki jalan Desa Simpang menuju ke perusahaan, " Sambungnya.

Diketahui, untuk mencegah konflik yang berkepanjangan antara masyarakat dengan pihak perusahaan, dijadwalkan selasa (29/4) mendatang akan dilakukan musyawarah. (Rns)