Puluhan Hektare Padi di Talang Semut Seluma Gagal Panen

Puluhan Hektare Padi di Talang Semut Seluma Gagal Panen
Create: Sat, 30/01/2021 - 14:18
Author: Alwin Feraro
Tags

 

SELUMA,eWARTA.co -- Puluhan hektar padi di Desa Talang Semut, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma gagal panen lantaran terserang penyakit patah leher. 

Petani setempat, Parto mengatakan penyakit patah leher yang menyebabkan padi tidak berisi ini sudah berlangsung beberapa musim. 

"Cuma setengah yang bisa dipanen," katanya. 

Parto menjelaskan, kalau lihat sekilas mata hamparan padi menguning seakan tidak ada penyakit, akan tetapi kalau kita lihat dengan dekat isinya kosong. 

"Kalau lihat kondisi padi seperti ini jadi lesu. Bisa dikatakan gagal panen. Paling-paling padi yang dapat kami panen hanya 1 banding 10. Kalau biasanya 10 karung, ini diperkirakan hanya 1 karung saja atau 10 persen saja,” kata Parto. 

Parto berharap kepada pemerintah kabupaten Seluma  melalui dinas terkait untuk terjun langsung ke lokasi dan melihat kondisi yang sebenarnya, serta mencari solusi, karena sudah jelas akibat serangan hama patah leher ini petani merugi.

"Besar harapan kami kepada pemerintah daerah, untuk segera mencari solusi, setidaknya turun melihat kondisi sawah kami yang terserang hama penyakit patah leher ini untung-untung ada kebijakan dari pemerntah pasalnya terkait serangan penyakit ini kami sudah jelas rugi jumlahnya pun jutaan rupiah,” katanya. 

Penyakit patah leher atau potong leher sendiri diketahui berasal dari jamur Pyricularia oryzae (P grisea) yang menyerang dari fase vegetatif hingga generatif. Saat vegetatif gejala pada daun terlihat bintik kecil menyerupai belah ketupat berwarna kuning dan keunguan pada bagian tengah bintik. Karena bentuknya tersebut, patah leher juga sering disebut penyakit belah ketupat. 

"Semakin lama bercak menjadi besar, memasuki fase padi berisi pangkal mulai membusuk dan mudah patah. Karena posisi patahan di pangkal sehingga disebutlah patah leher," kata Parto. (Bisri)