BENGKULU, ewarta.co - Rangkaian peribadatan umat Kristiani pada puluhan gereja di Kabupaten Rejang Lebong berlangsung aman dan damai tanpa gangguan.
Menurut Kapolres Rejang Lebong, AKBP Jeki Rahmat Mustika, bahwa kondisi tersebut tidak terlepas peran serta seluruh masyarkat, yang telah berkoordinasi dengan baik dengan anggota pengamanan TNI/Polri.
"Pengamanan Natal di masing-masing gereja dilakukan oleh sekitar 15 anggota gabungan, Polres, Brimob dan dibantu Kodim 0409/RL, ada juga anggota Banser," kata Kapolres, didampingi Kabag Ops AKP Margopo, Rabu (25/12).
Sebelum pelaksanaan ibadah di gereja, petugas pengaman telah melakukan sterilisasi, serta pengamanan melibatkan Polwan agar lebih humanis.
Di Rejang Lebong tidak terdapat persekusi ataupun larangan perayaan Natal, kerukunan umat beragama terjalin dengan harmonis.
Sementara itu dalam Ibadah Perayaan Natal di Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII) Pasar De yang dipimpin oleh Pendeta Frans Ludji MA menyampaikan pesan natal dengan Tema Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang.
Tema ini merupakan pesan Natal bersama ditetapkan oleh Persatuan Gereja gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI).
"Orang Keristen diajarkan bersahabat dengan semua orang tanpa melihat suku maupun agama seseorang," Kata Pendeta Frans.
Ditambahkan Pendeta Frans, Persahabatan yg diajarkan menurut iman kristiani bersifat Vertikal dan Horizontal. Teladan sempurna tentang persahabatan adalah Yesus Kristus.
"Persahabatan itu memiliki konsekuensi rela berkorban dan ada keterbukaan meski ada perbedaan. Persahabatan datangnya dari inisiatif kita seperti Yesus Kristus membuka diri untuk bersahabat dengan kita manusia meski manusia penuh dosa," tutup Pendeta Frans. (DD)









