BENGKULU, eWARTA.co - Pekerja galian pipa Ipal komunal Program Kotaku di Dusun II Desa Tanjung Dalam Kecamatan Curup Selatan meninggal dunia tertimbun tanah yang longsor saat bekerja, Selasa pagi (14/1/ 2020).
Korban bernama Erwandi (47 tahun) warga setempat, saat itu sedang menggali dan memasang pipa dikedalaman 6 meter, tidak bisa menyelamatkan diri karena dinding galian longsor.
"Korban baru dapat ditemukan sejam kemudian setelah rekan lainya melakukan penggalian," kata saksi mata yang juga rekan kerja korban, Kadlin.
Ditambahkanya, bahwa korban baru bekerja dua hari, dengan upah harian Rp. 80.000 perhari.
Perkelompok sebanyak empat orang, dua orang masing-masing diatas dan sisanya dibawah.
Sedangkan menurut Koordinator Program Kotaku Rejang Lebong, Ince Suwanto mengatakan beberapa hari sebelumnya telah terjadi longsor disekitar lokasi.
"Kami telah menyarankan agar mencari jalur lain, karena secara teknis sangat berbahaya. Tetapi pekerja meneruskan penggalian dengan memberikan jaminan yang dipasangi papan pengaman," tuturnya.
Korban sendiri tidak diasuransikan karena merupakan buruh harian lepas. Untuk sementara pekerjaan dihentikan dan tidak memungkinkan dilanjutkan pada jalur yang sama.
Selanjutnya akan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pihak management tingkat Provinsi Bengkulu karena didalamnya terdapat anggaran negara.
"Topografi Desa Tanjung Dalam sendiri kondisinya bergelombang, sehingga ada galian yang harus dalam. Penggalian jalur yang ada saat ini mengikuti alur jalan desa, adakalanya galian harus lebih dalam," tutupnya. (DD)









