BENGKULU,eWARTA.co -- Polda Bengkulu kembali melanjutkan penyelidikan ke 13 saksi,terkait ledakan bom Desa Padang Serunaian, Kecamatan Semidang Alas, Kabupaten Seluma 11 Januari lalu. Pemeriksaan dilakukan di Polres Seluma, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.
Kapolres Seluma, AKBP. Swittanto Prasetyo membenarkan hal ini. Dikatakan Kapolres, dalam hal ini Polres Seluma hanya menfasilitasi, pemeriksaan dilakukan langsung oleh Ditreskrimum Polda Bengkulu.
“Ya, pagi ini ada pemeriksaan 13 saksi terkait bom di Desa Padang Serunaian. Tapi yang memeriksa langsung dari Polda Bengkulu, kami Polres Seluma hanya menfasilitasi,” jelas Swittanto, Rabu (29/7/2020).
Pantauan eWARAT.co, ke-13 saksi yang semuanya warga Desa Padang Serunaian ini dijemput langsung oleh Polres Seluma, sekira pukul 10.00 WIB, diangkut menggunakan bus Polres Seluma. Saat tiba di Polres langsung menuju gedung Satreskrim untuk menjalani pemeriksaan.
Untuk diketahui, kasus ledakan bom di Desa Padang Serunaian terjadi pada Sabtu (11/1/2020) sekira pukul 06.00WIB. Bom tersebut meledak di teras rumah Halidin yang merupakan orang tua dari Kades Padang Serunaian, Satria Utama.
Bom yang berada di dalam tas tersebut meledak saat Halidin membuka pintu dan melihat tas tersebut. Penasaran lalu Halidin membuka tas tersebut, saat membuka tas bom berdaya ledak rendah itu meledak dan mengenai Halidin. (Nor)









