Satgas Covid-19 Ingatkan Masyarkat Jangan Mudik

 Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Letjen TNI (H.C) Doni Monardo
Create: Fri, 16/04/2021 - 14:08
Author: Alwin Feraro

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Letjen TNI (H.C) Doni Monardo meminta warga Provinsi Bengkulu agar tidak memaksakan diri untuk mudik ke kampung halaman pada Hari Raya Idul Fitri pada tahun ini.

“Memaksakan mudik jadi pembunuh berdarah dingin. Jangan remehkan pandemi COVID-19, bagi usia muda tidak membawa gejala namun bagi keluarga di desa, pada usia renta ini jadi sangat mematikan,” kata Doni pada Rapat Koordinasi Penanganan COVID-19 bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu di Kota Bengkulu, Jumat (16/4/2021).

Belajar dari pengalaman sebelumnya pada tahun lalu, kasus COVID-19 di Provinsi Bengkulu mengalami kenaikan setelah adanya warga yang memaksakan diri untuk tetap pulang ke kampung halaman.

“Tahun lalu di Bengkulu sebelum lebaran, kasusnya relatif rendah sekali. Tetapi setelah lebaran kasusnya meningkat. Akibatnya rumah sakit penuh, dokter yang merawat juga banyak yang wafat akhirnya menjadi kepanikan,” imbuhnya.

Doni mengajak agar masyarakat Bumi Rafflesia yang ada di perantauan agar mampu menahan diri tidak mudik dan memberi contoh kepada yang lain agar ikut aturan pemerintah dalam rangka mengendalikan angka COVID-19 di Tanah Air.

“Kalau orang Bengkulu sudah bersabar, nanti yang lain di perantauan akan bersabar. Jadi perantau termasuk paling banyak ini harus bisa mengajak saudara sebangsa se tanah air untuk menahan diri,” kata Doni.

Lebih lanjut, Doni juga mengungkapkan bahwa saat ini kasus aktif COVID-19 secara nasional sudah sangat baik, sementara kasus global menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengalami kenaikan hingga 9 persen dan angka kematian global naik 5 persen.

Menurut data WHO, beberapa negara di dunia bahkan mengalami peningkatan kasus akhir-akhir ini, meskipun beberapa negara tersebut sudah melaksanakan program vaksinasi bagi masyarakatnya.

Menurut data Satgas Penanganan COVID-19 nasional, kasus COVID-19 di Indonesia mengalami penurunan sebesar 14,2 persen pada pekan ini dari pekan sebelumnya. Kemudian untuk kasus kematian juga turun 17,6 persen, namun angka kesembuhan juga menurun 3,5 persen dibanding pekan sebelumnya.

“Kasus kita secara nasional sudah sangat baik sekarang. Sementara di negara lain mengalami peningkatan yang luar biasa. Angka kematiannya tinggi kasus aktif hariannya juga sangat tinggi sekali padahal banyak negara yang sudah vaksin,” ungkap Doni.

Doni kembali menegaskan bahwa vaksinasi bukan jaminan seseorang tidak terpapar COVID-19. Vaksin berhubungan dengan daya tahan dan kekebalan tubuh seseorang. Sehingga dengan vaksinasi maka seseorang mampu lebih tahan terhadap COVID-19.

“Vaksin tidak menjadi jaminan bahwa kasus COVID-19 akan berkurang. Tapi vaksin bisa membantu membuat orang menjadi lebih tahan terhadap COVID-19,” jelas Doni.

Sebagai seorang penyintas, Doni juga menjelaskan bahwa sejauh ini COVID-19 masih menjadi ancaman bagi setiap orang. Apabila penanganannya terlambat, maka risiko terburuk adalah kematian.

“Kalau terlambat dirawat di rumah sakit maka risikonya adalah kematian,” kata Doni. (Bisri)