BENGKULU,eWARTA.co -- Satgas Covid-19 Kota Bengkulu mengikuti rakor bersama forkopimda di kantor walikota, Selasa (15/9/2020). Satgas ini baru saja terbentuk berdasarkan SK Walikota Bengkulu nomor 138 tahun 2020.
Helmi dalam kata sambutannya mengatakan bahwa setelah rakor ini tim satgas yang terdiri dari pemerintah, TNI, Polri dan seluruh elemen masyarakat segera melakukan sosialisasi terkait perwal nomor 29 tentang penegakan hukum dan protokol kesehatan.
“Antara gugus tugas dengan satgas itu maksudnya sama. Cuma keterlibatannya berbeda. Kalau satgas ini melibatkan seluruh stakeholder yang ada, mulai dari tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama dengan harapan dapat dengan mudah komunikasi ke masyarakat untuk sadar dan mau mengikuti protokol Covid-19,” ujar Helmi.
Untuk Satpol PP yang bertugas bidang kedisiplinan, akan dibackup oleh TNI dan Polri. Walaupun angka kematian akibat Covid-19 di Bengkulu termasuk 4 besar se-nasional, namun Helmi minta agar satgas tidak bosan untuk menyadarkan dan menertibkan masyarakat akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan.
“Walaupun tingginya angka kematian tetapi di Kota Bengkulu banyak juga yang sembuh. Kita jangan pernah patah semangat dan bosan-bosan untuk membuat masyarakat kita tertib protokol kesehatan,” tambah Helmi.
Pada kesempatan yang sama, Dandim 0407/Bengkulu Kolonel. Inf. Uchi Chambayong memaparkan bahwa pihaknya (TNI) bersama Polres Bengkulu sudah dan masih melakukan imbauan-imbauan kepada masyarakat, baik itu langsung turun ke lapangan maupun melalui media elektronik.
“Termasuk sosialisasi-sosialisasi di pasar-pasar, rumah ibadah, penyemprotan disinfektan dilakukan secara serentak dengan pemkot, TNI, Polri. Patroli gabungan juga sdh kita lajukan. Namun kenyataannya perkembangan Covid-19 masih terus meningkat. Salah satu faktor masih kurangnya kesadaran masyarakat memakai masker,” sampai Uchi.
Ia juga berpesan kepada pihak yang sudah tergabung dalam tim satgas agar dapat melaksanakan tugas masing-masing. “Tolong laksanakan perannya sesuai dengan SK yang sudah dikeluarkan. Ada satgas bagian penerangan, satgas hukum, satgas kesehatan, satgas sosialisasi dan satgas pendisiplinan,” demikian Uchi.
Rakor dihadiri langsung oleh Walikota Bengkulu Helmi Hasan bersama wakil walikota Dedy Wahyudi, Kapolres Bengkulu, Dandim, Kasi Intel Kejari, Plh Sesda, para asisten, staf ahli walikota, kepala dinas dan semua yang tergabung dalam satgas Covid-19. (Red/Adv)









