TANGERANG SELATAN, eWarta.co — Upaya memperkuat persatuan dan membangun jejaring masyarakat Agam-Bukittinggi di perantauan mendapat momentum melalui Pertemuan Tokoh dan Perantau Agam-Bukittinggi Nasional yang berlangsung di Ruang Blandongan Lantai 4, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Banten, Minggu (1/11/2026).
Kegiatan yang dihadiri hampir 200 peserta dari berbagai daerah tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum konsolidasi untuk menyatukan gagasan, mempererat hubungan antarsesama perantau, serta membangun kekuatan bersama demi kemajuan daerah asal.
Salah satu figur yang turut hadir adalah Dr. H. Ferry Taslim, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo, yang saat ini mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara.
Di luar jabatan pemerintahan yang diembannya, Ferry Taslim juga dikenal sebagai Penghulu Adat Minangkabau atau Niniak Mamak dari Suku Melayu, Jorong Padang Cantiang, Kanagarian Kapau, Kabupaten Agam.
Kehadirannya menjadi bagian dari representasi tokoh perantau yang tetap memiliki ikatan kuat dengan adat, budaya, serta kampung halaman. Dalam tradisi Minangkabau, peran Niniak Mamak tidak hanya berkaitan dengan pelestarian adat, tetapi juga menjaga persaudaraan dan kesinambungan nilai-nilai kehidupan masyarakat.
Dihadiri Tokoh Pemerintahan dan Adat
Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Bupati Agam Ir. H. Benni Warlis, M.M., Dt. Tan Batuah; anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat H. Nofrizon, S.Sos., M.M.; tokoh nasional Drs. H. Guspardi Gaus, M.Si.; Direktur Utama PT Bank Nagari Gusti Candra; serta tokoh adat Maninjau, Dt. Mangkuto.
Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah, S.P., M.M., Dt. Marajo, diwakili Kepala Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di Jakarta, Aschari Cahyaditama.
Sementara Wali Kota Bukittinggi H. Muhammad Ramlan Nurmatias, S.H., Dt. Nan Basa, diwakili Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis, S.T.P.
Sebagai tuan rumah, Pemerintah Kota Tangerang Selatan diwakili Wakil Wali Kota H. Pilar Saga Ichsan, S.T., M.Ars. Hadir pula mantan Wakil Wali Kota Bukittinggi periode 2021–2025, H. Marfendi, Dt. Basa Balimo.
Dorong Pembentukan Organisasi Perantau
Selain menjadi ajang mempererat silaturahmi, forum ini juga membahas rencana pembentukan wadah bersama masyarakat Agam-Bukittinggi dengan jangkauan nasional hingga internasional.
Gagasan tersebut diarahkan untuk membangun organisasi yang mampu menjadi pusat komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi bagi para tokoh serta komunitas perantau.
Melalui wadah tersebut, potensi masyarakat di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, pendidikan, sosial, budaya hingga intelektual, diharapkan dapat dihimpun dan diarahkan untuk memberikan kontribusi lebih besar bagi pembangunan daerah.
Besarnya jumlah peserta yang hadir menunjukkan adanya keinginan kuat untuk membangun kebersamaan yang lebih terorganisasi. Tidak sekadar mempertemukan para tokoh, forum ini juga diharapkan menjadi titik awal lahirnya gerakan kolektif yang berkelanjutan.
Bagi masyarakat Minangkabau, hubungan antara perantau dan kampung halaman merupakan ikatan yang tidak terpisahkan. Kesuksesan di rantau diharapkan tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga membawa manfaat bagi nagari dan masyarakat asal.
Pertemuan nasional ini diharapkan melahirkan kesepahaman serta langkah konkret dalam memperkuat persaudaraan Agam-Bukittinggi, sekaligus menjadikan potensi perantau sebagai kekuatan strategis untuk berkontribusi bagi daerah, bangsa, dan negara.***
(Rendy)










