SDA Pasir Besi Pesisir Pantai Seluma, Untuk Siapa?

Create: Thu, 02/12/2021 - 10:02
Author: Alwin Feraro
Tags

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Terkadang kita salah berfikir dalam memaknai pembangunan, sehingga salah membuat kebijakan. Pertumbuhan ekonomi yang menjadi tolak ukur pembangunan harusnya tidak dilihat sebagai satu-satunya indikator keberhasilan pembangunan. Apalagi pertumbuhan ekonomi yang kemudian menitik beratkan kepada investasi padat modal (perkebunan besar dan pertambangan). 

Investasi yang diharapkan dapat mensejahterakan masyarakat dan meningkatkan pendapatan daerah atau negara malah berdampak pada krisis lingkungan, krisis lahan bahkan membahayakan keselamatan masyarakat sekitar. 

Paradigma Pembangunan harusnya memperhatikan berbagai aspek, dikaji secara mendalam dengan memperhatikan berbagai faktor yang ada. Investasi padat modal (perkebunan besar dan pertambangan) yang dimaknai sebagai langkah pembangunan ekonomi juga harus berlandaskan dengan gagasan pembangunan hari ini : berbasiskan sumber daya lokal (wisata, dan perikanan bagi wilayah pesisir), masyarakat menjadi subjek dan objek pembangunan, keberlangsungan lingkungan dan tidak mengubah tatanan sosial masyarakat. 

Pembangunan dengan menitik beratkan pada sektor pertambangan seharusnya dikaji secara lebih komprehensif sehingga kita dijauhkan dari sesatnya berfikir : “menganggap semua bisa di tambang," sementara resiko bisa dikendalikan melalui AMDAL. Padahal dokumen itu yang kita harapkan dibikin agar tambang tidak mudah bekerja, bukan sebagai alat legitimasi tambang bekerja. 

Tidak boleh AMDAL disusun untuk sekedar melegitimasi kegiatan tambang pada kawasan yang memiliki resiko tinggi terhadap keselamatan Rakyat dan ekosistem alam yang menjadi benteng kehidupan rakyat. Apalagi di wilayah yang memiliki kerentanan bencana yang sangat tinggi seperti di pesisir Pantai Seluma.  

Pemerintah saat ini (Bupati Seluma) harusnya berani menyuarakan dan mengkoreksi kebijakan pembangunan pemerintah masa lalu karena sudah tidak sesuai dengan kondisi dan arah kebijakan pembangunan di Kabupaten Seluma hari ini. Sisa-sisa pertambangan pasir besi di pesisir pantai Seluma menjadi saksi bisu gagalnya tambang mensejahterakan masyarakat pesisir Seluma bahkan menyebabkan terenggutnya mimpi anak-anak masa depan Seluma yang tenggelam di lubang tambang.

Paradigma pembangunan Kabupaten Seluma sudah harusnya mengutamakan keselamatan rakyat sebagai landasan kebijakan tertinggi, melihat secara lebih komprehensif tantangan rakyat Seluma yang dihantui krisis lahan, menurunnya daya dukung ekologis (banjir) dan semakin tergerusnya tatanan sosial budaya masyarakat. (Nandar)