BENGKULU,eWARTA.co -- Rapat terbatas (ratas) melalui video conference yang membahas Antisipasi Bencana Hidrometeorologi yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan Indonesia akan mengalami peningkatan curah hujan,
Menurut BMKG, La Nina adalah suatu peristiwa suhu air laut di Samudera Pasifik Tropis dibawah suhu rata-rata. Kondisi ini bisa disebut anomali suhu.
Beruntungnya, Bengkulu tidak masuk dalam wilayah La Nina. Dody Usodo HGS, Deputi Menteri Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), mengatakan, tetap harus waspada terhadap bencana Hidrometeorologi.
"Bengkulu harus mewaspadai tanah longsor, banjir, angin kencang, dan gelombang tinggi, sebagai imbas dari musim hujan," ujar Dody, Kamis (15/10/2020).
Situasi anomali La Nina diperkirakan mulai mereda pada Januari-Februari 2021 dan berakhir sekitar Maret-April 2021.
Mengingat Bengkulu pernah diterjang banjir pada tahun 2019 dan sempat melumpuhkan beberapa wilayah. Sudah saatnya masyarakat peka tentang mitigasi bencana.
Reporter : Lica Veronika









