Seluma, Banjir Bandang Hanyutkan 72 Rumah dan 15 Warga Hilang

Bupati Seluma Haji Bundra Jaya, hadir dalam kegiatan simulasi ini, Kamis (18/7/2019)
Bupati Seluma Haji Bundra Jaya, hadir dalam kegiatan simulasi ini, Kamis (18/7/2019)
Create: Thu, 07/18/2019 - 11:34
Author: Redaksi

 

BENGKULU, ewarta.co - Berdasarkan informasi dari BMKG bahwa peringatan dini cuaca ekstrim di wilayah Bengkulu khususnya Kabupaten Seluma secara umum, Mulai Rabu (17/72019) Kabupaten Seluma diselimuti Awan Gelap di bagian Perbukitan.

Namun hujan tidak terjadi wilayah Kecamatan Air Periukan khususnya Desa Padang Pelasan, sehingga masyarakat merasa aman-aman saja. Tepat pada pukul 06.30 WIB terdengar dengungan suara Sirine Sistem Peringatan Dini Banjir di Desa Padang Pelasan.

Masyarakat tetap melakukan aktifitas seperti biasanya, terlihat masyarakat yang sedang berjalan menuju kebun untuk menyadap karet. Hilir mudik masyarakat juga terlihat melintasi jalan raya menggunakan kendaraan menuju tempat bekerja masing-masing.

Tepat pada pukul 09.30 WIB, disaat masyarakat sedang sibuk dengan aktifitasnya masing-masing kembali terdengar suara Sirine Sistem Peringatan dini diiringi dengan suara gemuruh di hulu sungai.

Seketika masyarakat terlihat panik dan terdengar suara jeritan dan tangisan anak-anak yang ketakutan akan dampak yang akan terjadi dari kejadian itu.

Terlihat masyarakat hiruk pikuk menyelamatkan diri sambil menggendong anaknya, membawa bungkusan kain yang berisikan barang-barang penting dari rumahnya menuju titik kumpul yang aman dari bencana banjir.

Suara Sirine tak kunjung berhenti membuat suasana semakin mencekam.

BPBD Kabupaten Seluma melihat dilayar monitor di Pusat Pengendali Operasi Kantor BPBD Kabupaten Seluma berusaha untuk menghubungi Kepala Desa Padang Pelasan, namun dikarenakan Bapak Kepala Desa sedang sibuk ikut serta menyelamatkan masyarakat, sehingga tidak merespon panggilan tersebut.

Petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Seluma, Tagana, Bagana dan Para Pendamping Desa membantu evakuasi warga.

Laporan tokoh masyarakat bahwa banyak warga yang terjebak banjir di kebun dan belum pulang, masih memanen sawit.

Dampak Banjir Bandang Setidaknya 72 rumah hanyut terbawa arus. Jalan Raya terputus dikarenakan terendam banjir hingga pinggang orang dewasa. 15 Orang dilaporkan hilang di Desa Padang Pelasan, 3 orang dari Desa Air Periukan dan 2 orang dari Desa Lubuk Gilang.

Korban yang luka-luka sebanyak 5 orang dan sudah berada di pengungsian. Pengungsi sebanyak 450 orang sementara berada di titik kumpul yang aman dari banjir.

Kepanikan dimana-mana sehingga rasa solidaritas hilang dan cenderung mementingkan kepentingan diri sendiri. ini adalah bagian dari skenario untuk simulasi penanganan banjir dan uji EWS (Early Warning Syatem) Banjir di Kabupaten Seluma.

Sebagaimana kita ketahui bahwa Direktorat Penanganan Daerah Rawan Bencana (PDRB) Ditjen PDTU Kemendesa PDTT memberikan bantuan Bantuan EWS (Early Warning System) atau System Peringatan Dini Banjir di Kabupaten Seluma TA 2019.

Direktur PDRB Hasman Maani menyampaikan bahwa pemberian bantuan EWS dan simulasi ini adalah bagian dari mitigasi bencana baik struktur maupun kultur, EWS alat yang harus diujicobakan melalui simulasi sehingga peringatan dini akan tersistem dengan baik, dengan adanya EWS semoga dapat mengurangi resiko dan dampak.

Bupati Seluma Bundra Jaya, mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan EWS dan penguatan kapasitas dari Dit. PDRB Kemendesa, ini bagian dari perhatian pemerintah pusat ke daerah, semoga koordinasi ini terua terjalin, semoga EWS tidak terpakai karena tidak ada bencana, kalaulah ada bencana kami sudah siap siaga. 

Simulasi penanganan korban terdampak bencana banjir bandang
Simulasi penanganan korban terdampak bencana banjir bandang