Sempat Dilakukan Mediasi, Masyarakat Minta Galian C di Desa Talang Alai Ditutup

Create: Thu, 04/07/2024 - 14:29
Author: Redaksi

 

SELUMA, eWarta.co -- Konflik Antara Masyarakat Desa Talang Alai Kecamatan Air Periukan Dengan Pemilik Usaha Galian C atau Kuwari sampai saat ini masih terus berlanjut. Meskipun sempat dilakukan mediasi perusahaan, saat ini perwakilan masyarakat Desa Talang Alai Temui Asisten Administrasi Setda Seluma. 

Diketahui mediasi dilangsungkan diruangan Asisten III. Pihak perusahaan dan bersama masyarakat yang menolak keberadaan kuari batu tersebut.

Dikatakan Mujamil, yang merupakan salah satu perwakilan masyarakat Desa Talang Alai mengatakan, untuk saat ini masyarakat masih menolak. Sebagai perwakilan masyarakat masih lakukan penolakan karena masih ingin koordinasi dahulu kepada masyarakat lainnya, karena harus berdasarkan keputusan bersama.

" Untuk sementara ini kami pendiriannya masih seperti itu, masih lakukan penolakan. Karena hasil mediasi belum ada kesimpulan, untuk kedepan kami bisa menerima keberadaan kuari bisa saja tetap dengan pendirian kami" jelas Mujamil.

Dilanjutkannya, masyarakat dijanjikan dengan berbagai macam kontribusi dari pihak perusahaan kuari batu seperti, CSR dan pekerja dari masyarakat desa setempat. Namun masyarakat tetap mengharapkan bahwa kuari tersebut tutup karena berdasarkan pengalaman, disampaikannya bahwa keberadaan kuari batu tidak ada dampak baiknya bagi masyarakat.

" Untuk keputusannya kami akan musyawarah dulu, kami akan berkoordinasi ke perangkat dan Kepala Desa. Kalau maunya masyarakat iya tutup, karena berdasarkan pengalaman dahulu keberadaan kuari batu tidak pernah menguntungkan masyarakat" sampainya.

Terpisah, saat dikonfirmasi Asisten III, Ridwan Sabrin bahwa ia membenarkan telah mempertemukan pihak masyarakat dengan pihak pemilik Galian C kuari batu, dikatakannya sudah duduk bersama untuk mencari solusi yang terbaik.

"Alhamdulillah sudah sepakat, masyarakat masih ingin melakukan musyawarah di desa dulu dan pihak perusahaan telah menyetujui kompensasi yang dituntut oleh masyarakat. Kita hanya memfasilitasi, untuk masalah kesepakatan pihak perusahaan bisa berkomunikasi langsung dengan masyarakat" jelasnya. (Rns)